Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU

rctiplus.com
10 jam lalu
Cover Berita
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNUNasional | sindonews | Senin, 13 Juli 2026 - 06:46Dengarkan Berita

Forum Bersama Nahdliyin (Forbes) NU 26 menggelar Rembuk Warga NU se-Jabodetabek Seri 3 dikawasan Kramat Sentiong, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026). Mengusung tema "NU di Tengah Badai Dunia Baru: Menggugat Arah Diplomasi PBNU & Jebakan Normalisasi Israel", forum tersebut membahas arah diplomasi internasional Nahdlatul Ulama (NU), tata kelola organisasi, hingga posisi NU dalam merespons dinamika geopolitik global.

Diskusi menghadirkan pengamat politik dari The Australian National University, Prof Greg Fealy, akademisi Prof Dr KH Hanief Saha Ghafur, serta Ketua Program Studi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Robi Sugara.

Baca juga: PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Baca Juga:MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa

Dalam paparannya, Greg Fealy menilai sejumlah inisiatif diplomasi internasional yang digagas Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, seperti Religion Twenty (R20) dan Humanitarian Islam dinilai belum memberikan dampak yang signifikan bagi warga Nahdliyin di tingkat akar rumput.

Menurut Greg, berbagai agenda internasional tersebut perlu diimbangi dengan penguatan basis sosial-keagamaan agar lebih relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

"Saya menilai tidak banyak karya dari inisiatif-inisiatif diplomatis Gus Yahya, terutama untuk NU. Lebih baik Gus Yahya lebih banyak memperhatikan usaha-usaha yang menitikberatkan pada kepentingan NU," ujarnya.

Baca juga: Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Ma’shum Faqih: Panggilan Para Muassis NU

Greg juga menyoroti penunjukan Holland Taylor sebagai tokoh yang pernah menempati posisi strategis dalam lingkaran PBNU. Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan yang problematis karena dinilai tidak didukung pemahaman yang memadai mengenai Islam, sejarah Islam Indonesia, maupun perkembangan dunia Islam secara umum.

Baca Juga:Mengapa Presiden Prabowo Banyak Diserang?

"Terakhir, peranan Holland Taylor menurut saya sangat problematis (di kepengurusan PBNU). Karena pemahaman beliau tentang Islam, isu Islam, sejarah Islam di Indonesia dan juga dunia sangat tipis," terangnya.Sementara itu, Dr Robi Sugara menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi masyarakat sipil, termasuk dalam menjalankan diplomasi internasional. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada pendanaan negara berpotensi memengaruhi kebebasan organisasi dalam menyampaikan sikap terhadap berbagai persoalan kemanusiaan dan isu global.

Di sisi lain, Prof Dr KH Hanief Saha Ghafur menyoroti perlunya penguatan tata kelola organisasi melalui penerapan prinsip good governance, pengawasan internal yang efektif, serta mekanisme perlindungan kelembagaan. Menurutnya, penguatan organisasi dari dalam merupakan prasyarat sebelum NU memperluas perannya di tingkat internasional.

Forum juga membahas isu Palestina dan wacana normalisasi hubungan dengan Israel. Para pembicara berpandangan bahwa NU perlu tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan, keadilan, dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina sesuai nilai-nilai perjuangan organisasi.

Dalam konteks tersebut, Robi Sugara mengusulkan agar semangat Fatwa Resolusi Jihad dipahami kembali sebagai landasan moral dalam membela kemanusiaan dan menolak segala bentuk penindasan.

Sebagai hasil diskusi, peserta Rembuk Warga NU Seri 3 menyampaikan sembilan rekomendasi kepada PBNU.

9 Rekomendasi ke PBNU:

Baca Juga:Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut

1. Memperkuat mekanisme pengawasan organisasi untuk mencegah masuknya kepentingan yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai NU2. Mengembalikan orientasi organisasi pada khittah Nahdlatul Ulama dan menjaga jarak dari kepentingan politik praktis3. Mendorong penguatan kemandirian pembiayaan organisasi guna menjaga independensi kelembagaan4. Mengevaluasi model diplomasi internasional agar lebih berbasis kebutuhan warga dan pendekatan people-to-people diplomacy5. Mengoptimalkan fungsi Majelis Tahkim dan Dewan Etik dalam penegakan etika organisasi6. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas terhadap sumber pendanaan serta program-program kerja sama internasional7. Melakukan penguatan tata kelola organisasi berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan musyawarah8. Memastikan setiap program strategis memiliki indikator manfaat yang nyata bagi masyarakat9. Merevitalisasi sistem kaderisasi untuk memperkuat kapasitas ideologis, intelektual, dan kepemimpinan kader Nahdlatul Ulama.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cristiano Ronaldo Pulang, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Langsung Anjlok
• 13 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Pemimpin yang Menganjurkan "Bakar-Bakar" di Republik Ini Adalah Pengkhianat
• 10 jam lalu
0
thumb
46 Tahun Dekranas Bukukan Transaksi Rp5 Miliar dan Gerakkan Sektor Pariwisata Sulsel
• 23 jam lalu
0
thumb
Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, PDIP: Standar Kita Langsung Dipecat
• 14 jam lalu
0
thumb
PP HIMMAH Dukung Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Bongkar 3 Kasus Megakorupsi
• 45 menit lalu
0
Berhasil disimpan.