HPI Kalbar dan Sarawak Perkuat Diplomasi Wisata Lewat Kerja Sama Pariwisata Lintas Batas

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) Kalimantan Barat dan Sarawak Tour Guide Association (SkTGA) menggelar pertemuan perdana di Kuching, Malaysia, untuk memperkuat kerja sama pariwisata Indonesia dan Malaysia di kawasan Borneo.

Fokus Tingkatkan Profesionalisme Pramuwisata

Delegasi DPD HPI Kalimantan Barat yang dipimpin Ketua DPD HPI Kalbar Fahroollyadi disambut oleh 26 pengurus dan anggota aktif SkTGA dalam pertemuan yang membahas berbagai isu strategis kepariwisataan.

"Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal penguatan komunikasi dan kolaborasi antara organisasi profesi pramuwisata di kedua wilayah yang selama ini memiliki kedekatan geografis dan potensi besar dalam pengembangan wisata lintas batas," ungkap Fahroollyadi.

Selama sekitar dua jam, kedua organisasi membahas peningkatan kompetensi pramuwisata, perlindungan profesi, standar pelayanan wisatawan, etika kepemanduan, tantangan profesi, serta bertukar pengalaman mengenai tata kelola organisasi dan pengembangan sumber daya manusia.

Jajaki Program Kolaborasi Lintas Negara

Fahroollyadi menilai kedekatan geografis Kalimantan Barat dan Sarawak menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi sektor pariwisata.

"Sebagai wilayah yang bertetangga langsung, Kalimantan Barat dan Sarawak memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama melalui sektor pariwisata. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi merupakan langkah awal membangun kemitraan strategis bagi peningkatan profesionalisme pramuwisata dan pengembangan wisata lintas negara," ujarnya.

Kedua organisasi juga menjajaki peluang kerja sama berupa pertukaran informasi, pelatihan bersama, peningkatan kapasitas pramuwisata, promosi destinasi wisata, hingga pengembangan paket wisata lintas batas.

DPD HPI Kalimantan Barat berharap pertemuan perdana tersebut menjadi awal penguatan diplomasi pariwisata Indonesia-Malaysia di kawasan Borneo menuju industri pariwisata yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rano Karno Tutup Jakarta Fair 2026, Sebut Jadi Kado Menuju 500 Tahun Jakarta
• 18 jam lalu
0
thumb
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda
• 8 jam lalu
0
thumb
2 Kapal RI Tertahan, INSA Minta Pengusaha Pelayaran Waspada Bisnis di Malaysia
• 3 jam lalu
0
thumb
Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marcuez Menggila di Sachsenring
• 20 jam lalu
0
thumb
Catatan Pemadaman Listrik Kalimantan: Urgensi Kompensasi hingga Kebijakan Energi
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.