Badai Bavi Paksa China Evakuasi Hampir Dua Juta Orang

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, ZHEJIANG -- Badai Tropis Bavi yang menghantam wilayah timur China mulai mereda. Meski melemah, badai itu membawa hujan deras dan angin kencang yang memaksa pemerintah China mengevakuasi hampir dua juta orang.

Bavi menjadi badai terkuat yang menghantam China tahun ini. Badai itu tiba di Kota Yuhuan, Provinsi Zhejiang, pada Sabtu (11/7/2026) tengah malam. Kemudian bergerak ke arah daerah padat penduduk di kabupaten setara kota Yueqing di Wenzhou.

Baca Juga
  • Warga dan PPSU Ramaikan Lomba Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kanal Banjir Timur
  • Pedagang Seragam Sekolah di Pasar Kosambi Bandung Kebanjiran Pembeli
  • BRIDAY Blibli Banjir Diskon, Saatnya Borong Kebutuhan dengan Harga Spesial

"Kami dapat mendengar atap terbang dan ranting pohon tumbang," kata warga Yueqing, Li Liangxing, seperti dikutip dari Al Jazeera, Ahad (12/7/2026).

Stasiun televisi CCTV melaporkan lebih dari 1.300 pohon tumbang di Yueqing tercerabut hingga ke akarnya. Ketinggian banjir juga mencapai ban mobil. Tim darurat menggunakan gergaji mesin dan ekskavator untuk mengangkat pohon tumbang yang menyebabkan penyumbatan di jalan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pusat Meteorologi Nasional China melaporkan kecepatan angin pada Sabtu mencapai 101 kilometer per jam. Prakiraan cuaca memperingatkan badai sebesar Prancis ini membawa hujan deras di wilayah timur dan utara China dalam beberapa hari ke depan.

Badai juga memengaruhi jaringan transportasi kereta api dan penerbangan. Dua stasiun kereta terbesar di Hangzhou menghentikan seluruh operasinya, sementara 327 penerbangan di Bandara Internasional Xiaoshan dibatalkan. Surat kabar The Paper melaporkan 684 penerbangan dan keberangkatan 1.600 kereta di Shanghai dibatalkan.

Pada Ahad sore, Bavi sudah bergerak ke Provinsi Anhui, di barat daya Zhejiang, dan diperkirakan akan terus bergerak ke Laut Kuning. Meskipun tidak sekuat saat menerjang pulau-pulau Pasifik AS pekan lalu, Bavi tetap membawa risiko signifikan karena besarnya volume kelembapan yang dibawanya.

"Saya sedikit khawatir, tapi saya rasa semuanya akan baik-baik saja," kata Huang Xinghuan, 50 tahun, seorang warga Wenzhou, saat membeli bahan makanan di pasar tradisional sebelum tutup menjelang datangnya topan.

Keluarganya, katanya, telah menyetok air untuk sekitar dua atau tiga hari, dan pasokan makanan tetap terjamin. "Kami sudah pernah melewati topan sebelumnya. Kami akan bisa melaluinya," tambahnya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Diproyeksi Melemah, Dipicu Tensi Timur Tengah dan Arah Kebijakan The Fed
• 9 jam lalu
0
thumb
Kementerian PU Akan Bangun Jalan di Banda Neira Sepanjang 12,65 Km 
• 19 jam lalu
0
thumb
Daftar Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia
• 6 jam lalu
0
thumb
RI 1 Targetkan Indonesia Hasilkan Bensin dari Tanaman 3-4 Tahun Lagi
• 13 jam lalu
0
thumb
Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Penumpang Speedboat Mati Mesin di Perairan Kepulauan Aru
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.