Doha: Pemerintah Qatar mengimbau seluruh pemilik dan pengguna kapal untuk menghentikan sementara aktivitas pelayaran dan kegiatan maritim mulai Minggu, 12 Juli 2026, hingga waktu yang belum ditentukan menyusul meningkatnya ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat.
Kementerian Transportasi Qatar melalui pernyataan di media sosial X menyebut langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan demi keselamatan publik.
"Untuk keselamatan masyarakat, pemilik dan pengguna kapal, termasuk kapal rekreasi, kapal nelayan, jet ski, dan seluruh jenis kendaraan laut lainnya, diminta menghentikan sementara aktivitas pelayaran dan seluruh kegiatan maritim mulai tanggal pengumuman ini hingga pemberitahuan lebih lanjut," ujar pernyataan kementerian yang dilansir Anadolu Agency.
Namun demikian, Qatar menegaskan pembatasan tersebut tidak berlaku bagi kapal-kapal yang beroperasi berdasarkan konvensi maritim internasional dan menjalankan kegiatan sesuai regulasi serta prosedur yang berlaku.
Kementerian menyatakan keputusan tersebut diambil melalui koordinasi dengan berbagai otoritas keamanan terkait dan meminta seluruh pihak mematuhi arahan tersebut.
Langkah itu diambil setelah meningkatnya eskalasi militer antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di negara-negara kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Washington terhadap target-target di wilayah Iran.
Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyerang sekitar 140 target di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Konflik yang terus meningkat tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu koridor energi dan perdagangan paling strategis di dunia.
Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta sebagian besar pengiriman gas alam cair global melewati jalur perairan tersebut setiap harinya.
Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz hingga Pemberitahuan Lebih Lanjut





Komentar (0)