Mendikti Saintek Minta Riset UNIDA Gontor Jadi Solusi Nyata bagi Persoalan Bangsa

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto meminta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor memastikan hasil riset, penelitian, hingga karya ilmiah sivitas akademika mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat dan bangsa saat menghadiri Reuni Akbar Milad ke-63 UNIDA Gontor dan peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu.

Brian menegaskan hasil penelitian perguruan tinggi tidak boleh berhenti di lingkungan kampus, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

Riset Diminta Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Brian mengungkapkan, "Kami menitipkan agar Pondok Modern Gontor bisa lebih berdampak. Program-program yang dilakukan di seluruh jenjang, penelitian, riset di UNIDA, skripsi, tesis, maupun disertasi kalau bisa dihubungkan dengan permasalahan bangsa, baik di Ponorogo, Jawa Timur, maupun Indonesia."

Ia menilai karya akademik harus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga hasil riset dapat diaplikasikan secara luas.

Brian juga mengapresiasi kontribusi Pondok Modern Darussalam Gontor yang selama satu abad telah melahirkan banyak talenta bagi bangsa.

Ia mengungkapkan, "Kekuatan yang selama ini dihasilkan oleh Pondok Modern Gontor adalah akhlakul karimah, integritas, dan kekuatan bahasa. Kami berharap hal itu terus dilanjutkan."

UNIDA Pertahankan Sistem Pendidikan Berbasis Pesantren

Rektor UNIDA Gontor Prof KH Hamid Fahmy Zarkasyi menjelaskan UNIDA tetap mempertahankan sistem pendidikan berbasis pesantren dengan seluruh mahasiswa tinggal di asrama dan mendapatkan pembinaan secara intensif.

Hamid mengatakan, "Kita tetap mempertahankan sistem pondok, mahasiswa semuanya tinggal di dalam asrama dan dibina secara intensif oleh para dosen."

Menurutnya, sistem pendidikan di UNIDA tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui organisasi, hafalan Al Quran, kegiatan keagamaan, kepemimpinan, dan aktivitas sosial.

Ia mengungkapkan, "Keteladanan intelektual saja tidak cukup untuk hidup di masyarakat. Kami menggunakan kampus sebagai media belajar bagaimana hidup bermasyarakat, berorganisasi, memimpin, dan berkolaborasi."


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cadangan Emas dan Mineral di Papua Perlu Dibuktikan
• 7 jam lalu
0
thumb
Tak Ada Kejutan Lagi! Empat Tim Peringkat Teratas FIFA Kuasai Semifinal Piala Dunia 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
Indonesia curi satu set meski takluk dari China di Kejuaraan Asia U18
• 21 jam lalu
0
thumb
Luis Figo Hadir di Jakarta dalam Pesta Bola HGI 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-79
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.