Jakarta: Cyber Breaker Competition Season 3 digelar sebagai ajang untuk mengasah kemampuan generasi muda di bidang keamanan siber sekaligus mencetak talenta digital yang siap menghadapi berbagai ancaman di ruang siber. Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan teknis, analisis, penyelesaian masalah, hingga kolaborasi melalui berbagai simulasi serangan siber.
Sebanyak 916 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan umum mengikuti kompetisi tersebut. Staf Ahli Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengatakan bidang keamanan siber memiliki prospek besar sebagai industri masa depan karena memadukan teknologi, kekayaan intelektual (intellectual property/IP), kreativitas, dan industri kreatif.
"Ini sebenarnya menjadi peluang industri baru yang perkembangannya akan sangat besar karena menggabungkan teknologi, intellectual property, kreativitas, dan industri kreatif di dalamnya," ujar Agustini dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Minggu 12 Juli 2026.
Baca Juga :
AI Ubah Tren Beraktivitas di Ruang DigitalSenada dengan hal tersebut, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menilai Cyber Breaker Competition menjadi sarana untuk menemukan talenta-talenta baru yang nantinya dapat dibina agar berkontribusi terhadap pertumbuhan industri keamanan siber nasional.
"Melalui event Cyber Breaker Competition ini, muncul talenta-talenta startup yang bisa kita bina untuk mendukung tumbuh kembangnya industri keamanan siber," kata Slamet.





Komentar (0)