Istri Ungkap Penyebab Temon Meninggal

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Istri komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon, Mae, mengungkap kronologi meninggalnya sang suami. Menurutnya, Temon sempat mendapatkan penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Mae mengatakan keputusan membawa Temon ke rumah sakit berawal dari keluhan sakit yang disampaikan sang suami. Baginya, keluhan tersebut menjadi pertanda kondisi Temon sudah cukup serius karena selama ini komedian berusia 60 tahun itu dikenal tidak pernah mengeluhkan rasa sakit.

"Dia enggak pernah ngeluh. Jadi kalau buat saya, dia ngeluh sakit itu sesuatu yang udah dia enggak bisa tahan. Jadi pas dia bilang pengin ke rumah sakit, saya langsung ajak berangkat," ujar Mae saat ditemui di Gereja GPIB Effatha, Melawai, Jakarta Selatan, Minggu (12/7).

Setibanya di IGD, dokter langsung melakukan pemeriksaan, termasuk rekam jantung (EKG). Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menemukan adanya penyumbatan pada jantung Temon yang diduga memicu serangan jantung.

“Langsung ada tindakan rekam jantung. Pas udah dilakuin rekam jantung, dikasih tahu nih sama dokter hasilnya. Dokter juga pas ngelihat hasilnya mungkin beliau ngerti ya, kayak kaget gitu. Terus dokter bilang, 'Cuma ini ada penyumbatan, Bu, di jantung’. Kalau dalam hal ini, istilahnya kayak serangan jantung lah," kata Mae.

Mendengar penjelasan itu, Mae meminta tim medis melakukan segala upaya untuk menyelamatkan suaminya. Dokter kemudian memberikan sejumlah obat, mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, hingga melakukan rontgen.

"Terus saya minta tolong, ‘Dok, gimana ini?’ Ya udah dilakukan tindakan pertama lah istilahnya. Dikasih penahan sakit, dikasih obat ada dua macam. Terus diambil darah untuk di lab, terus dirontgen. Saya ikut nemenin rontgen, saat itu masih biasa, masih bisa diajak ngobrol," ungkapnya.

Setelah kembali ke ruang IGD, Temon kembali mendapat obat yang diletakkan di bawah lidah untuk membantu kerja jantung. Namun, kondisinya belum juga membaik sehingga dokter memberikan dosis kedua.

Sayangnya, seluruh tindakan medis tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawa Temon. Mae mengaku hanya bisa menyaksikan detak jantung suaminya melalui monitor hingga akhirnya Temon mengembuskan napas terakhir.

"Dari perjalanan rumah sakit sampai sekarang sedikit ada perubahan, tapi masih kerasa sakit. Ya udah saya tungguin, kita ngelihatin monitor aja detak jantungnya gitu. Tapi enggak lama, dia kenceng gitulah narik napas, karena dia juga ditarik ternyata diambil (menghembuskan napas terakhir)," kata Mae.

Mae mengatakan dokter telah melakukan tindakan medis sejak sekitar pukul 08.22 WIB. Namun, beberapa menit kemudian, Temon dinyatakan meninggal dunia.

"Sampai akhirnya sekitar jam 08.37, dokter menyatakan beliau sudah meninggal," katanya.

Permintaan Terakhir Temon

Mae juga mengenang momen terakhir bersama sang suami. Malam sebelum meninggal, Temon sempat meminta dibangunkan dini hari untuk menonton pertandingan Piala Dunia.

"'Besok ada bola nih’, dia bilang gitu. Tadi pagi dia bangun jam 6, padahal pertandingannya mulai jam 4. Tapi jam 4 itu dia enggak bangun. Dan saya sengaja memang enggak ngebangunin karena saya pengen dia istirahat, karena jam 10 harusnya dia ada acara hari ini," kenang Mae.

Temon Templar meninggal dunia pada Minggu (12/7) dalam usia 60 tahun setelah sempat dilarikan ke RSUD Mampang Prapatan akibat mengeluhkan nyeri di dada. Jenazah sempat disemayamkan di rumah duka sebelum dipindahkan ke Gereja GPIB Effatha, Melawai, Jakarta Selatan, untuk prosesi ibadah tutup peti. Almarhum dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem Dorong Penguatan Kerja Sama Iklim antara China dan Uni Eropa
• 1 jam lalu
0
thumb
Kenangan Rahmi Hatta dalam usia satu abad (1)
• 11 jam lalu
0
thumb
Akhir Ribut-ribut Pemotor Lawan Arah Bawa Anak-Istri Pukul Polisi
• 2 jam lalu
0
thumb
OCBC Sekuritas Perluas Akses Investasi Digital, Integrasikan Saham dan Reksa Dana dalam Satu Ekosistem
• 1 jam lalu
0
thumb
Buka Mubeslub Ormas MKGR, Bahlil Ajak Kader Bersiap untuk Pemilu 2029
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.