Ringkasan Berita
- Momentum Harkopnas ke-79 dimanfaatkan para pedagang CFD Jalan Dhoho untuk menyampaikan harapan agar koperasi menjadi mitra nyata bagi pelaku UMKM.
- Pedagang menginginkan koperasi yang lebih modern, digital, mempermudah akses permodalan, bahan baku, hingga pemasaran produk lokal.
- Dekopinda Kota Kediri mengajak generasi muda bergabung dalam koperasi sebagai wujud semangat gotong royong dan penguatan ekonomi rakyat.
- Dinkop-UMTK Kota Kediri memastikan Koperasi Kelurahan Merah Putih di 46 kelurahan menjadi solusi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan bank plecit.
- Harkopnas ke-79 di Kediri, Pedagang CFD Jalan Dhoho Berharap Koperasi Jadi Penopang UMKM
Kediri (beritajatim.com) – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi momentum bagi para pelaku usaha mikro di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Kota Kediri, Minggu (12/7/2026), untuk menyampaikan harapan agar koperasi semakin berperan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Tak sekadar menjadi agenda seremonial, peringatan Harkopnas tahun ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Kediri bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) untuk berdialog langsung dengan para pedagang dan mendengarkan aspirasi mereka.
Pedagang Muda Ingin Koperasi Lebih Modern dan Digital
Salah satu pelaku UMKM, Calista (21), penjual dessert di kawasan CFD Jalan Dhoho, mengaku kunjungan pemerintah dan Dekopinda memberikan pemahaman baru mengenai peran koperasi.
Menurutnya, koperasi perlu bertransformasi agar lebih dekat dengan generasi muda yang sedang merintis usaha.
“Jujur, awalnya mikir koperasi itu jadul dan ribet. Tapi setelah tahu ada program edukasi untuk anak muda, harapannya koperasi bisa lebih digital dan punya wadah khusus buat modal usaha mikro seperti kami tanpa birokrasi yang susah,” ujarnya.
Calista berharap koperasi mampu menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha muda melalui layanan yang lebih mudah diakses dan mengikuti perkembangan teknologi.
Pelaku UMKM Berharap Akses Bahan Baku dan Pemasaran Lebih Mudah
Harapan serupa disampaikan Okta Setiawan (32), pedagang makanan yang rutin berjualan di CFD Jalan Dhoho setiap akhir pekan.
Menurutnya, koperasi yang kuat dapat membantu pelaku usaha memperoleh bahan baku dengan harga lebih terjangkau sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
“Di momen Harkopnas ini, keinginan kami sebagai pedagang kecil adalah adanya koperasi yang solid untuk mempermudah akses bahan baku murah dan membantu pemasaran produk agar bisa naik kelas,” tuturnya.
Ia menilai dukungan tersebut akan sangat membantu UMKM bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Dekopinda Dorong Generasi Muda Masuk Koperasi
Ketua Dekopinda Kota Kediri, Firdaus Ido, menyambut baik berbagai aspirasi yang disampaikan para pelaku usaha.
Ia menegaskan koperasi terbuka bagi siapa pun, termasuk generasi muda yang ingin mengembangkan usaha dengan semangat gotong royong.
“Kami ingin generasi penerus ini benar-benar mau dan terjun masuk kepada koperasi. Silahkan melihat terlebih dahulu, silahkan masuk ke dalamnya, baru akan merasakan bagaimana gotong royongnya koperasi sebagai benar-benar sokoguru dari perekonomian yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Firdaus, koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan mengikuti perkembangan zaman.
Koperasi Kelurahan Merah Putih Disiapkan Berantas Rentenir
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Tenaga Kerja (Dinkop-UMTK) Kota Kediri, Eko Loekmono, menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah di CFD bertujuan memperkenalkan koperasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang kini telah terbentuk di seluruh 46 kelurahan di Kota Kediri.
“Koperasi ini hadir sebagai salah satu solusi untuk memberantas rentenir dan bank plecit yang ada di wilayah kita. Masalah tersebut bisa terselesaikan dengan pembentukan koperasi-koperasi di level kelurahan sampai ke tingkat RW,” jelasnya.
Selain memperkuat akses pembiayaan, pemerintah juga memastikan gerai fisik KKMP yang mulai dibangun di tiga kecamatan akan memprioritaskan pemasaran produk-produk UMKM lokal.
Melalui langkah tersebut, koperasi diharapkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus membantu usaha mikro berkembang secara berkelanjutan.
Harkopnas Jadi Momentum Penguatan UMKM
Momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi pengingat bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi yang mampu memperkuat pelaku usaha kecil.
Para pedagang berharap koperasi terus bertransformasi menjadi lembaga yang modern, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan UMKM, mulai dari akses permodalan, pemasaran, hingga penguatan daya saing produk lokal.
Agenda tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari bersama jajaran Pemerintah Kota Kediri sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koperasi dan UMKM di Kota Kediri. [nm/aje]





Komentar (0)