Jakarta (ANTARA) - Petinju Jose Kadima mencetak kemenangan knockout (KO) atas Herbert Matovu untuk menguasai sabuk juara kelas berat (minimum 90,8kg) World Boxing Council (WBC) Afrika di Emperor Place, Afrika Selatan, Minggu WIB.
Kadima mengatasi Matovu melalui ronde pertama dalam pertarungan yang menjadi acara utama dari ajang Golden Gloves yang bertajuk “Magic At The Palace".
Tampil di hadapan publik Afrika Selatan, petinju asal Angola itu langsung mengambil inisiatif menyerang sejak bel pertandingan dimulai. Kecepatan dan agresivitasnya membuat Matovu kesulitan menemukan ritme sehingga tidak mampu mengembangkan strategi yang telah disiapkan.
Kadima langsung memaksa Matovu ke sudut ring dan menghujaninya dengan pukulan yang membuat kepala petinju Uganda itu terbentur ke belakang.
Sebelum Matovu sempat mengatur strategi kembali, Kadima langsung melepaskan rentetan pukulan yang membuatnya pingsan setelah 36 detik. Wasit pun segera menghentikan pertarungan dan menyatakan Kadima sebagai pemenang melalui KO pada ronde pertama.
Dengan kemenangan itu, Kadima meraih gelar regional WBC dan harapan di kubunya adalah untuk mulai membimbingnya lebih jauh ke peringkat atas. Gelar tersebut juga menjadi modal penting bagi Kadima untuk meningkatkan posisinya dalam persaingan kelas berat dan membuka peluang tampil pada pertarungan yang lebih bergengsi.
Petinju asal Angola itu mengaku senang karena pertarungan berjalan sesuai dengan rencananya yang mengandalkan jab yang membuka segalanya.
"Ini adalah hal besar, juga bagi negara saya. Saya berjanji pertarungan saya selanjutnya akan lebih hebat lagi," kata Kadima seusai pertandingan.
Selain merebut sabuk juara WBC, Kadima juga membuka jalan ke panggung internasional dengan rekor profesional yang tetap sempurna, yakni sembilan kemenangan tanpa kekalahan, dengan tujuh di antaranya diraih melalui KO. Hasil impresif itu semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu prospek kelas berat yang patut diperhitungkan di kawasan Afrika.
Sementara, Matovu yang datang membawa pengalamannya harus menambah noda rekornya menjadi sembilan kemenangan (delapan KO) dan dua kekalahan. Kekalahan cepat tersebut menjadi yang kedua dalam karier profesional petinju Uganda itu, sekaligus menggagalkan upayanya membawa pulang sabuk juara WBC Afrika.
Baca juga: Mantan juara dunia Andy Ruiz umumkan kembali ke panggung elit tinju
Kadima mengatasi Matovu melalui ronde pertama dalam pertarungan yang menjadi acara utama dari ajang Golden Gloves yang bertajuk “Magic At The Palace".
Tampil di hadapan publik Afrika Selatan, petinju asal Angola itu langsung mengambil inisiatif menyerang sejak bel pertandingan dimulai. Kecepatan dan agresivitasnya membuat Matovu kesulitan menemukan ritme sehingga tidak mampu mengembangkan strategi yang telah disiapkan.
Kadima langsung memaksa Matovu ke sudut ring dan menghujaninya dengan pukulan yang membuat kepala petinju Uganda itu terbentur ke belakang.
Sebelum Matovu sempat mengatur strategi kembali, Kadima langsung melepaskan rentetan pukulan yang membuatnya pingsan setelah 36 detik. Wasit pun segera menghentikan pertarungan dan menyatakan Kadima sebagai pemenang melalui KO pada ronde pertama.
Dengan kemenangan itu, Kadima meraih gelar regional WBC dan harapan di kubunya adalah untuk mulai membimbingnya lebih jauh ke peringkat atas. Gelar tersebut juga menjadi modal penting bagi Kadima untuk meningkatkan posisinya dalam persaingan kelas berat dan membuka peluang tampil pada pertarungan yang lebih bergengsi.
Petinju asal Angola itu mengaku senang karena pertarungan berjalan sesuai dengan rencananya yang mengandalkan jab yang membuka segalanya.
"Ini adalah hal besar, juga bagi negara saya. Saya berjanji pertarungan saya selanjutnya akan lebih hebat lagi," kata Kadima seusai pertandingan.
Selain merebut sabuk juara WBC, Kadima juga membuka jalan ke panggung internasional dengan rekor profesional yang tetap sempurna, yakni sembilan kemenangan tanpa kekalahan, dengan tujuh di antaranya diraih melalui KO. Hasil impresif itu semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu prospek kelas berat yang patut diperhitungkan di kawasan Afrika.
Sementara, Matovu yang datang membawa pengalamannya harus menambah noda rekornya menjadi sembilan kemenangan (delapan KO) dan dua kekalahan. Kekalahan cepat tersebut menjadi yang kedua dalam karier profesional petinju Uganda itu, sekaligus menggagalkan upayanya membawa pulang sabuk juara WBC Afrika.
Baca juga: Mantan juara dunia Andy Ruiz umumkan kembali ke panggung elit tinju






Komentar (0)