Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa transformasi pendidikan nasional melalui peluncuran Program Sekolah Garuda terus diperkuat.
Sekolah ini sekolah unggul berasrama yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa-siswa berprestasi dari seluruh Indonesia.
Fokus utamanya adalah mencetak talenta unggul di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) yang siap bersaing di kancah global dan menembus perguruan tinggi terbaik dunia.
Wamen Stella menjelaskanm Sekolah Garuda lahir dari keyakinan bahwa talenta terbaik bangsa tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Namun, kesempatan untuk mendapatkan pendidikan unggul selama ini belum dinikmati secara merata.
"Presiden melihat bahwa talenta ada di mana-mana, tetapi kesempatan tidak ada di mana-mana. Tugas pemerintah adalah menciptakan kesempatan tersebut," kata Stella dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema ‘SMA Kelas Dunia untuk Indonesia Emas 2045’, dikutip Minggu (12/7/2026).
Stella mengatakan, Indonesia hingga hari ini sejatinya sudah memiliki sejumlah sekolah unggulan yang berhasil melahirkan lulusan berkualitas. Namun, akses terhadap sekolah-sekolah tersebut masih relatif terbatas bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah menghadirkan Sekolah Garuda sebagai upaya memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi untuk memperoleh pendidikan terbaik.
"Yang dituju adalah mereka yang paling pintar dan paling berprestasi, apa pun latar belakangnya," ujar Stella.
Skema Pemerataan Pendidikan Unggul hingga Daerah 3T
Melansir rilis resmi, Sekolah Garuda dalam pelaksanannya dikembangkan melalui dua skema utama. Pertama, Sekolah Garuda Baru, yakni pembangunan sekolah unggulan dari awal di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Wamen Stella, empat Sekolah Garuda Baru yang berlokasi di Belitung Timur; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan Utara akan mulai beroperasi pada 20 Juli 2026 ini.





Komentar (0)