Presiden Prabowo Subianto menargetkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu menjadi penggerak baru ekonomi pedesaan dengan mendorong perputaran ekonomi hingga Rp223 triliun setiap tahun. Target tersebut disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Prabowo mengatakan Koperasi Merah Putih dirancang bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Koperasi tersebut akan menyediakan berbagai layanan ekonomi, mulai dari toko sembako, pembiayaan murah, apotek desa, logistik, gudang, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) untuk menjaga hasil produksi petani dan nelayan.
“KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, logistik desa, gudang, dan cold storage,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan pembangunan koperasi desa menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengembalikan aktivitas ekonomi ke masyarakat bawah. Menurutnya, perputaran uang harus tetap berada di desa, kecamatan, hingga kabupaten agar manfaat ekonomi lebih dirasakan langsung oleh rakyat.
“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp223 triliun setiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo.
Selain itu, pemerintah memperkirakan program tersebut dapat meningkatkan pendapatan produsen seperti petani, peternak, dan nelayan hingga Rp202 triliun melalui penguatan rantai ekonomi desa.
83 Ribu Badan Hukum KDKMP Rampung
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat berbasis desa.
Dalam laporannya kepada Presiden, Ferry menyebut sebanyak 83.000 badan hukum KDKMP telah selesai.
“Sudah 83.000 badan hukum akte dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai,” ujar Ferry.
Dari sisi infrastruktur, Ferry menjelaskan sebanyak 15.845 unit koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik berupa gudang, gerai, dan perlengkapannya, sementara 19.539 unit masih dalam tahap pembangunan. Dengan demikian, total pembangunan fisik yang telah selesai maupun berjalan mencapai sekitar 35 ribu unit.
Baca Juga: Target 40.000 Kopdes Merah Putih Beroperasi Akhir 2026, 15.500 Unit Sudah Selesai Dibangun
Baca Juga: Makin Banyak Investor Asing Mendekat ke Danantara, Rosan Ungkap Peran Prabowo
“Yang 100 persen bangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845. Yang sedang dibangun 19.539, jadi total kurang lebih 35.000,” kata Ferry.
Ferry menambahkan pemerintah juga menyiapkan pelatihan dan pendidikan bagi manajer koperasi desa sebelum ditempatkan untuk mengelola operasional KDKMP di berbagai wilayah Indonesia.
Koperasi Didorong Masuk Sektor Strategis
Tidak hanya bergerak pada sektor perdagangan dan pembiayaan, pemerintah juga memperluas peran koperasi agar masuk ke sektor strategis.
Ferry mengatakan koperasi kini diberi ruang untuk mengelola berbagai sektor, mulai dari energi hingga industri pengolahan.
“Koperasi sekarang sudah boleh mengelola sumur minyak rakyat atau idle well, koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral. Kami juga sekarang sudah mengelola dan mendirikan pabrik CPO,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengaktifkan kembali ekonomi desa melalui koperasi yang hadir di setiap desa dan kelurahan.
“Kami menerjemahkannya sebagai langkah-langkah ideologis mereaktivasi perekonomian desa dengan mendirikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di setiap desa dan kelurahan,” katanya.
Subsidi Pemerintah Akan Dialirkan Melalui Koperasi
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan Koperasi Merah Putih akan menjadi bagian dari sistem distribusi barang subsidi pemerintah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar subsidi dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus mengurangi potensi penyimpangan distribusi.
“Saya ambil keputusan semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih,” tegas Prabowo.
Melalui KDKMP, pemerintah berharap koperasi dapat menjadi infrastruktur ekonomi baru yang menghubungkan produksi, distribusi, dan pembiayaan masyarakat desa sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu di pusat-pusat kota.






Komentar (0)