Wonosobo (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak pondok pesantren (ponpes) mengambil peran lebih aktif dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat kemandirian desa melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Zulhas di Wonosobo, Minggu, mengatakan pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi desa melalui berbagai kegiatan produktif.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Halaqah Dhuriyah Tebu Ireng Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Wonosobo.
Baca juga: Zulhas: Indonesia upayakan menjadi penghasil ikan terbesar di dunia
"Kami mengajak pondok pesantren untuk berperan aktif mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus mendorong kemandirian desa melalui pengembangan berbagai usaha berbasis potensi lokal," katanya.
Menurut dia, kebijakan swasembada pangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para petani di Indonesia.
Ia menilai pesantren memiliki potensi besar dalam mengembangkan koperasi, usaha produktif, hingga berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.
Ia menuturkan, melalui sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat, program swasembada pangan, penguatan kemandirian desa, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.
Baca juga: AHY: Peresmian lima bendungan perkuat swasembada pangan hingga energi
Zulhas di Wonosobo, Minggu, mengatakan pesantren memiliki posisi strategis sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi desa melalui berbagai kegiatan produktif.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Halaqah Dhuriyah Tebu Ireng Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Wonosobo.
Baca juga: Zulhas: Indonesia upayakan menjadi penghasil ikan terbesar di dunia
"Kami mengajak pondok pesantren untuk berperan aktif mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus mendorong kemandirian desa melalui pengembangan berbagai usaha berbasis potensi lokal," katanya.
Menurut dia, kebijakan swasembada pangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para petani di Indonesia.
Ia menilai pesantren memiliki potensi besar dalam mengembangkan koperasi, usaha produktif, hingga berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.
Ia menuturkan, melalui sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat, program swasembada pangan, penguatan kemandirian desa, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.
Baca juga: AHY: Peresmian lima bendungan perkuat swasembada pangan hingga energi






Komentar (0)