CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil setelah sebuah kapal dihentikan usai diduga mengabaikan instruksi pelayaran dan terkena tembakan peringatan dari pasukan Iran.
Mengutip kantor berita resmi IRNA, Minggu, IRGC menyatakan sejumlah kapal mencoba melintasi jalur yang tidak diizinkan meski telah beberapa kali diperingatkan agar mengubah haluan menuju rute yang telah disetujui.
Menurut IRGC, salah satu kapal bahkan mematikan sistem operasinya sehingga dinilai membahayakan keselamatan dan keamanan pelayaran di kawasan. Setelah tidak mengindahkan peringatan yang diberikan, kapal tersebut akhirnya terkena tembakan peringatan sebelum dihentikan.
IRGC menegaskan kebijakan penutupan Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Langkah tersebut, menurut mereka, juga berkaitan dengan berakhirnya intervensi Amerika Serikat di kawasan.
"Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," demikian pernyataan IRGC.
Selain menutup jalur pelayaran strategis tersebut, IRGC memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila kembali terjadi serangan terhadap Iran. Respons itu disebut dapat mencakup serangan terhadap pangkalan-pangkalan "musuh" lainnya di kawasan.
Dalam pernyataannya, IRGC juga menuding "campur tangan asing yang melanggar hukum" sebagai penyebab insiden yang terjadi di Selat Hormuz.
Pemerintah Iran turut menyalahkan Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS atas segala konsekuensi yang mungkin timbul apabila eskalasi konflik terus berlanjut.
Sebelumnya, pada Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah sejak akhir Februari. Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal menuju perjanjian damai jangka panjang.
Nota kesepahaman itu mencakup penghentian segera pertempuran di seluruh front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.
Namun, situasi kembali memanas dalam sepekan terakhir. Iran dan Amerika Serikat dilaporkan kembali saling melancarkan serangan yang berkaitan dengan lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz, sehingga meningkatkan ketegangan di salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Sumber: Anadolu/ Antara





Komentar (0)