Jakarta: Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia sekaligus Asisten Menteri Imigrasi Australia Matt Thistlethwaite akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada Minggu, 12 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya Canberra memperkuat kemitraan strategis dengan Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Thistlethwaite dijadwalkan meluncurkan fase baru program kerja sama ekonomi Australia, Katalis, yang bertujuan memaksimalkan manfaat dari Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Menurut Thistlethwaite, Pemerintahan Partai Buruh di bawah Perdana Menteri Anthony Albanese memandang Indonesia sebagai mitra terpercaya sekaligus mitra pilihan utama Australia di kawasan.
"Di Jakarta, saya akan meluncurkan fase baru Katalis, program kerja sama ekonomi Australia yang bertujuan memaksimalkan manfaat dari IA-CEPA," ujar Thistlethwaite dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com.
Selama berada di Indonesia, ia juga akan menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri serta pemimpin dunia usaha untuk membahas peluang mempererat kerja sama di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
Pembahasan tersebut juga akan mencakup upaya mengoptimalkan manfaat bagi Indonesia-Australia melalui proses General Review IA-CEPA yang sedang berlangsung.
Thistlethwaite mengatakan kunjungan tersebut akan semakin memperkuat kemitraan Australia dan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan bersama serta mendukung terciptanya kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
Menurutnya, hubungan bilateral kedua negara saat ini berada pada titik terkuat dalam sejarah modern, terutama setelah penandatanganan Traktat Jakarta oleh Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto pada Februari lalu.
"Hubungan kita saat ini lebih kuat dari sebelumnya," katanya.
Sebagai tindak lanjut dari momentum tersebut, Pemerintah Australia melalui Anggaran 2026-2027 mengalokasikan lebih dari 33 juta dolar Australia dalam pendanaan baru untuk memperkuat hubungan antarinstitusi kedua negara.
Pendanaan tersebut antara lain akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas penguasaan bahasa Indonesia serta memperluas pemahaman masyarakat Australia mengenai Indonesia.
Canberra menilai penguatan hubungan antarmasyarakat dan institusi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan kemitraan strategis Australia dan Indonesia di masa depan.
Baca juga: Australia Perkuat Ketahanan Energi Indonesia Lewat Tambahan Kargo LPG





Komentar (0)