Presiden: 30 Tahun Terakhir, Ekonomi Indonesia Dikuasai Paham Neo-Liberal

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyoroti arah pembangunan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke belakang. Dia menilai selama ini arah pembanguan ekonomi di Indonesia tidak sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Di masa 30 tahun yang terakhir ini kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh paham ekonomi neo-liberal yang sesungguhnya adalah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945," ujar Prabowo dalam sambutannya di acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurut Prabowo, Indonesia cukup lama berjuang untuk mengembalikan pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang pendiri bangsa, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi melibatkan seluruh rakyat Indonesia.

Prabowo mengatakan kondisi ini diungkapkan bukan untuk mencari kesalahan masa lalu. Dia mengakui hal itu menjadi kesalahan bersama, termasuk para elite, yang mungkin terkesima oleh keunggulan negara barat, seolah-olah negara barat sangat unggul dan kuat sehingga bisa membawa kesejahteraan kepada rakyat dalam waktu singkat.

"Ternyata, setelah tiga dasawarsa kita melihat tidak benar. Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme, neo-liberal tidak akan berhasil dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak," ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :

Prabowo: Gerakan Koperasi akan Bangkit jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Di samping itu, Prabowo mengatakan Indonesia merupakan negara kaya. Namun, dia sedih betapa besar kekayaan Indonesia dicuri hingga dibawa ke luar negeri.

Dia bertekad akan bekerja keras untuk kemajuan rakyat Indonesia. Dia bersama pembantunya di pemerintahan akan memberikan gagasan dan pikiran besar untuk mengatasi berbagai permasalahan bangsa.

"Kita negara besar, kesulitan hambatan tantangan kita besar. Kita baru sadar begitu banyak negara yang iri sama kita, bangsa kita bangsa yang terlalu baik hatinya, kita ini lugu, itu sifat bangsa kita. Kita suka dengan tamu, kita hormati tamu, hanya kadang-kadang ada tamu yang tidak tahu diri, sudah diundang datang ke sini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok," kata Presiden Prabowo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Catatan Pabrikan Setelah Solar B50 Mulai Resmi Diterapkan di Indonesia
• 8 jam lalu
0
thumb
[FULL] YLBHI Respons soal 3 Kasus Korupsi Besar: Menyedihkan, Terjadi di Lembaga Penegak Hukum!
• 19 jam lalu
0
thumb
Susno Duadji: Pelimpahan Kasus Febrie ke Kejagung Bukti Sinergi Institusi, Bukan Perang Bintang
• 20 jam lalu
0
thumb
Kejagung Blak-blakan Alasan Eks Jampidsus Belum Ditahan Usai Berstatus Tersangka TPPU
• 12 jam lalu
0
thumb
Foto: Hari Terakhir Libur Sekolah, Warga Berwisata ke Monas
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.