Moskow (ANTARA) - Rusia tak berniat menyerang negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan terbuka untuk berdialog selama prinsip kesatuan keamanan tetap dihormati.
"Sebenarnya, NATO tidak bisa ada tanpa musuh eksternal, sehingga organisasi itu terus-menerus mencari musuh," kata Direktur Departemen Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Vladislav Maslennikov, kepada RIA Novosti.
Menurut Maslennikov, blok Atlantik Utara secara apriori berorientasi pada konfrontasi, memperjuangkan kepentingannya melalui kekuatan militer dan tidak bersedia bekerja sama demi memperkuat keamanan dan stabilitas.
"Kami telah berulang kali menyatakan bahwa kami tidak berniat menyerang sekutu NATO dan kami terbuka untuk berdialog, selama dialog itu didasarkan pada kepentingan kami dan prinsip-prinsip dasar keamanan internasional; yang paling penting adalah kesatuan keamanan," ujarnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Sekjen NATO secara terbuka dukung serangan baru AS terhadap Iran
Baca juga: Rusia kritik NATO atas klaim ada ancaman Moskow demi belanja militer
Baca juga: Jubir Rusia sebut KTT NATO gagal atasi perpecahan
"Sebenarnya, NATO tidak bisa ada tanpa musuh eksternal, sehingga organisasi itu terus-menerus mencari musuh," kata Direktur Departemen Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Vladislav Maslennikov, kepada RIA Novosti.
Menurut Maslennikov, blok Atlantik Utara secara apriori berorientasi pada konfrontasi, memperjuangkan kepentingannya melalui kekuatan militer dan tidak bersedia bekerja sama demi memperkuat keamanan dan stabilitas.
"Kami telah berulang kali menyatakan bahwa kami tidak berniat menyerang sekutu NATO dan kami terbuka untuk berdialog, selama dialog itu didasarkan pada kepentingan kami dan prinsip-prinsip dasar keamanan internasional; yang paling penting adalah kesatuan keamanan," ujarnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Sekjen NATO secara terbuka dukung serangan baru AS terhadap Iran
Baca juga: Rusia kritik NATO atas klaim ada ancaman Moskow demi belanja militer
Baca juga: Jubir Rusia sebut KTT NATO gagal atasi perpecahan






Komentar (0)