Iran Kembali Tutup Selat Hormuz hingga Pemberitahuan Lebih Lanjut

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Minggu, 12 Juli 2026, bahwa Selat Hormuz akan ditutup "hingga pemberitahuan lebih lanjut" setelah pasukannya melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang disebut menggunakan jalur pelayaran tidak resmi.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita pemerintah IRNA, yang diperkirakan akan semakin mempersulit upaya diplomatik untuk menyelamatkan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali terguncang akibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir.

Media Amerika Serikat Axios dan Politico sebelumnya melaporkan Washington memberikan tenggat waktu hingga Sabtu kepada Teheran untuk menghentikan serangan terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz serta secara resmi menyatakan bahwa jalur pelayaran tersebut tetap terbuka.

Salah satu hambatan utama dalam perundingan kedua negara adalah masa depan pengelolaan Selat Hormuz.

Iran bersikeras memiliki hak untuk mengatur lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut, sementara Amerika Serikat menuntut kebebasan navigasi tanpa pembatasan. Ancaman IRGC Menurut IRGC, kapal yang menjadi sasaran tembakan peringatan itu mengabaikan instruksi berulang untuk menggunakan koridor pelayaran yang telah disetujui otoritas Iran.

Pasukan Iran menyatakan kapal tersebut akhirnya berhenti setelah terkena tembakan peringatan.

"Setelah insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga intervensi Amerika Serikat di kawasan ini berakhir, serta tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas," ujar pernyataan IRGC.

Korps Garda Revolusi juga memperingatkan akan menyerang "pangkalan-pangkalan musuh baru di kawasan" apabila terdapat aksi militer tambahan yang ditujukan terhadap Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu titik pelayaran paling strategis di dunia.

Sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair global biasanya melintasi jalur tersebut sehingga setiap gangguan berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap pasar energi internasional. Sistem Navigasi di Selat Hormuz Iran sebelumnya juga menutup Selat Hormuz selama perang dengan Amerika Serikat dan Israel, yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan gangguan signifikan terhadap pelayaran di kawasan Teluk.

Teheran menegaskan memiliki hak untuk mengatur lalu lintas kapal di selat tersebut dan bahkan telah mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang menggunakan jalur pelayaran itu.

Pejabat Iran berulang kali menyatakan tidak akan kembali pada sistem navigasi bebas seperti sebelum perang.

Sebaliknya, Amerika Serikat menegaskan kapal-kapal komersial harus tetap dapat melintasi Selat Hormuz secara bebas tanpa hambatan.

Berdasarkan hukum kebiasaan internasional, negara pada umumnya tidak diperbolehkan mengenakan tarif atau pungutan atas selat yang digunakan untuk navigasi internasional.

Baca juga:  Pete Hegseth Tegaskan AS Akan Terus Melemahkan Kemampuan Militer Iran


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 12 Juli 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Asal Jombang Meninggal dalam Kecelakaan Adu Banteng di Lakarsantri
• 10 jam lalu
0
thumb
Wapres Gibran Dicurhati Nelayan Banyuwangi soal Perizinan Kapal dan Jalan Rusak
• 23 jam lalu
0
thumb
BEI Optimistis Prospek Pasar Modal Indonesia Tetap Menarik bagi Investor
• 23 jam lalu
0
thumb
Polda Jateng Beri Penjelasan Terkait Larangan Penuhi Panggilan Kejari
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.