Sebanyak 700 penari memeriahkan Festival Remo Yosakoi yang digelar oleh kolaborasi Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang dan Pemkot Surabaya di Balai Pemuda, Surabaya, pada Minggu (12/7/2026).
Takonai Susumu Konjen Jepang mengatakan, seluruh penari tersebut terdiri dari 20 kelompok remo dan 30 yosakoi yang berasal dari berbagai sanggar seni dan sekolah di Surabaya.
“Kami dengan bangga menyampaikan ada 700 peserta. Mendengar ini sangat senang karena banyak yang mengikuti festival ini, antusiasnya sangat tinggi,” katanya, Minggu (12/7/2026).
Festival perpaduan tari remo dan yosakoi di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (12/7/2026). Foto: Risky suarasurabaya.netFestival Remo Yosakoi, kata dia, merupakan acara tahunan yang telah digelar sejak 2003 yang lalu sebagai bagian dari program sister city antara Kochi, Jepang dan Surabaya.
“Setelah dilaksanakan sebelumnya, festival ini semakin dikenal dan dicintai masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Pihaknya berharap, kolaborasi festival seni lintas budaya itu bisa terus diselenggarakan untuk memperkuat hubungan kedua belah pihak.
“Kami juga berharap dengan acara ini, banyak masyarakat Surabaya yang semakin dekat dengan Jepang, dan akan semakin banyak yang berkunjung ke Jepang,” ucapnya.
Penampilan tari dalam Festival Remo Yosakoi di Balai Pemuda Surabaya, pada Minggu (12/7/2027). Foto: Risky suarasurabaya.netSementara itu, Heri Purwadi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mengatakan bahwa kerja sama sister city antara Surabaya dan Kochi yang telah terjalin selama 23 tahun merupakan hubungan yang sangat baik dan terus berkembang.
“23 tahun bukan waktu yang pendek. Kerja sama sister city ini sangat luar biasa, karena bukan hanya kerja sama seni budaya saja, tetapi juga UMKM dan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Festival Remo Yosakoi di Balai Pemuda, Surabaya, pada Minggu (12/7/2026). Foto: Risky suarasurabaya.netHeri berharap hubungan kedua kota dapat terus terjalin melalui berbagai bentuk kolaborasi di masa mendatang.
“Semoga kerja sama ini akan terus berlanjut, sehingga hubungan sister city bisa terjalin selamanya melalui berbagai kolaborasi,” ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak sanggar tari remo yang kembali aktif mengikuti Festival Remo Yosakoi pada tahun-tahun mendatang.
“Kami juga berharap ke depan sanggar-sanggar Remo bisa lebih aktif lagi mengikuti festival ini,” pungkasnya.(ris/iss)





Komentar (0)