Rekomendasi Film Kinuyo Tanaka, Sutradara Perempuan Pelopor Perfilman Jepang

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Kinuyo Tanaka menjadi salah satu pelopor sineas perempuan di Jepang ketika memulai karier sebagai sutradara pada era 1950-an. Di tengah industri perfilman yang didominasi laki-laki, ia berhasil membangun reputasi lewat karya-karya yang berani mengangkat pengalaman dan persoalan perempuan.
 
Meski hanya menyutradarai enam film sepanjang kariernya, karya-karya Tanaka hingga kini masih dikenang karena pendekatannya yang humanis dan relevan, terutama tentang kritik kondisi sosial pascaperang yang merugikan perempuan.
 

Baca Juga :

Jepang Krisis Aktor Film Porno, Cuma Ada 70 Pria untuk 10.000 Wanita
  Rekomendasi Film dari Sutradara Kinuyo Tanaka 1. Girls of the Night (1961)
Film ini dinilai progresif pada masanya karena mengulik isu-isu sosial Jepang setelah Perang Dunia II. Mengambil perspektif dari sesama perempuan, Tanaka berhasil membuat film yang berimbang dan penuh empati.
 
Girls of the Night berfokus pada nasib para pekerja seks yang terdampak oleh kebijakan pelarangan prostitusi. Para pekerja yang didominasi perempuan ini akhirnya ditempatkan di panti rehabilitasi agar bisa berintegrasi dengan masyarakat dan dapat pekerjaan layak lainnya.

Ia juga menyertakan isu lain yang muncul dari kebijakan tersebut, yaitu menjamurnya prostitusi ilegal yang kembali mengorbankan perempuan sebagai pekerja. 2. Forever a Woman (1955)
Forever a Woman mengikuti kisah Fumiko, ibu rumah tangga yang memutuskan untuk menceraikan suami egoisnya. Keputusan sulit itu membuatnya kehilangan hak asuh atas putranya dan hidup sederhana selama beberapa waktu. Suatu hari, syair-syairnya melejit dan ia akhirnya punya karier yang bisa dibanggakan.
 
Namun, ketika hidupnya tampak membaik, tragedi lain menghampirinya. Ia didiagnosis mengidap kanker payudara. Film ini memotret perjuangan perempuan di tengah tatanan sosial yang tak henti-hentinya menguji ketabahan perempuan.

Baca Juga :

Rekomendasi Film Horor Adaptasi Legenda Urban Jepang, Bikin Merinding!
  3. The Moon Has Risen (1955)
The Moon Has Risen adalah balada tiga kakak beradik perempuan bernama Chizuru, Setsuko, dan Ayako. Memasuki usia 20-an, kerabat dan orang-orang di sekitar Ayako si anak tengah mulai resah dengan masa depannya. Mereka sibuk mencari jodoh ideal buat Ayako. Chizuru, kakak sulung, sebenarnya tidak mau terlibat karena baru saja bercerai dan masih pesimis soal pernikahan.
 
Di sisi lain, Setsuko, si bungsu, melihat calon-calon yang ditawarkan ke sang kakak kurang tepat. Ia punya calon sendiri yang rasanya lebih pas untuk sang kakak. Namun, keterlibatannya justru menciptakan kerumitan baru.  4. Love Letter (1953)
Berbeda dengan film-film sebelumnya, Tanaka menggunakan perspektif lelaki yang menghakimi perempuan-perempuan di sekitarnya. 
 
Tokoh utama  di Love Letter adalah Reikichi, pemuda yang bekerja sebagai penerjemah sekaligus penulis lepas untuk orang-orang yang hendak berkorespondensi lewat surat. Berlatar beberapa waktu setelah Perang Dunia II, tak sedikit dari kliennya dari kalangan perempuan dan janda.
 
Sementara, target korespondensi mereka adalah tentara-tentara sekutu yang masih berada di Jepang. Reikichi menganggap ini sebagai kekonyolan, tetapi seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa banyak dari kliennya dipaksa keadaan. Ekonomi Jepang pascaperang sedang bobrok dan perempuan lajang serta janda menjadi kelompok paling tersisih.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Keberadaan Febrie Adriansyah Belum Diketahui Usai Dijadikan Tersangka, Begini Kondisi Rumahnya!
• 5 jam lalu
0
thumb
Geothermal Youth League Siap Digelar, Talenta Terbaik Berpeluang Masuk Akademi Persita
• 19 jam lalu
0
thumb
Reza Indragiri Pertanyakan Kinerja Kortas Tipidkor usai Kasus Jampidsus: Tak Mampu Kejar Elite?
• 21 jam lalu
0
thumb
Bahlil: Menteri Kependudukan Wihaji Sosok yang Tepat Pimpin Ormas MKGR Golkar
• 19 jam lalu
0
thumb
Fans Messi Senang Argentina Menang Lawan Swiss: Tadi Tegang Banget Pas Skor 1-1
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.