Google Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan, Ini Penggantinya

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Google. (REUTERS/Carlos Jasso/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kompetisi pengembangan kecerdasan buatan (AI) antar raksasa teknologi Amerika Serikat makin sengit. Guna mewujudkan ambisi tersebut, 'perang' talenta terus didorong.

Sejak tahun lalu, bursa transfer talenta AI sudah menjadi sorotan. Raksasa teknologi tak ragu menawarkan gaji super jumbo untuk membajak talenta AI dari kompetitor.

Baca: 400 Karyawan Apple Kabur, Jadi Maling Buat Perusahaan Sebelah

Terkini, ilmuwan peneliti AI senior John Jumper mengumumkan rencananya meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung ke Anthropic. Kepergiannya menandai gelombang terbaru sosok petinggi yang 'kabur; dari Google.


Pada 2024 lalu, Jumper memenangkan penghargaan Nobel bersama CEO Google DeepMind Demis Hassabis. Jumper paling dikenal sebagai co-creator AlphaFold, terobosan AI yang memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein. Inovasi ini telah memangkas durasi penelitian medis dan biologis selama bertahun-tahun.

"Setelah hampir 9 tahun, saya memutuskan meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung ke Anthropic," kata Jumper dalam postingan di X, dikutip dari Reuters, Minggu (12/7/2026).

Raksasa teknologi seperti Meta, Alphabet, Anthropic, dan OpenAI, sudah terlibat dalam perang talenta AI yang sengit. Mereka mempeebutkan peneliti-peneliti AI kawakan untuk membangun sistem AI generasi selanjutnya.

"Permintaan talenta riset AI sangat tinggi, sehingga laboratorium riset AI terdepan bersedia melakukan apa pun untuk menambah talenta mereka. Hal ini memberikan keuntungan bagi OpenAI dan Anthropic dibandingkan perusahaan besar seperti Google karena mereka dapat menjanjikan birokrasi yang lebih sedikit dan upaya yang lebih terfokus pada pengembangan Superintelijen," kata analis D.A. Davidson, Gil Luria.

Kepergian mendadak Jumper diumumkan hanya beberapa hari setelah Noam Shazeer, VP Engineering Google dan co-lead model Gemini AI, mengatakan ia berencana meninggalkan raksasa mesin pencari untuk bergabung ke OpenAI.

Menurut laman LinkedIn-nya, Jumper menjabat sebagai VP, Engineering Fellow, di Google DeepMind. Ia pindah ke Anthropic pada saat startup tersebut terlibat dalam pertempuran hukum dan regulasi yang berisiko tinggi dengan pemerintah AS.

Baca: Kejayaan Nvidia Pelan-Pelan Mulai Runtuh, Ternyata Ini Penyebabnya

Anthropic akan menyelenggarakan acara sains pada 30 Juni mendatang. Startup tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar. Dalam unggahan X, Jumper menggambarkan Google DeepMind sebagai "tempat yang istimewa" dan menunjukkan minatnya yang berkelanjutan pada penemuan-penemuan masa depannya.

"Kami berterima kasih atas kontribusi signifikan John terhadap pekerjaan Google DeepMind dalam memajukan sains dan AI. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di babak selanjutnya," kata juru bicara Google DeepMind kepada Reuters dalam tanggapan melalui email.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Kalah Dari Malaysia-Singapura, Ini PR RI Perkuat Kedaulatan Data

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Musnahkan Iran dengan 1.000 Rudal Jika Dibunuh
• 17 jam lalu
0
thumb
Penambahan Dermaga di Ketapang-Gilimanuk Jadi Kunci Optimalisasi Penyeberangan
• 14 jam lalu
0
thumb
Fangfang Tuding Vicky Prasetyo Telantarkan Istri, Sang Gladiator Unggah Bukti Masih Rutin Kirim Nafkah
• 1 jam lalu
0
thumb
Resmi Cerai dari Insanul Fahmi, Wardatina Mawa Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Anak
• 15 jam lalu
0
thumb
Piala Dunia 2026: Belgia Tersingkir, De Bruyne Janji Bangkit dengan Napoli
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.