Teheran: Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku telah menembakkan rudal jelajah laut terhadap sebuah kapal yang disebut mengabaikan peringatan dan instruksi pelayaran di Selat Hormuz.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan insiden tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 12 Juli 2026.
Namun, media tersebut tidak mengungkap identitas kapal, jumlah korban, maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Tak lama setelah laporan itu muncul, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan menerima laporan mengenai sebuah insiden maritim sekitar sembilan mil laut di sebelah timur Oman.
Mengutip otoritas militer, UKMTO menyebut sebuah kapal kontainer mengalami kerusakan di bagian buritan yang memicu kebakaran di atas kapal.
Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki insiden tersebut dan belum mengumumkan identitas kapal maupun kemungkinan korban.
Sebelumnya, Angkatan Laut IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan serta hingga apa yang disebut sebagai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.
Iran menyatakan tidak akan mengizinkan kapal mana pun melintasi jalur pelayaran strategis tersebut setelah beberapa kapal dituduh mengabaikan perintah untuk mengikuti rute yang telah disetujui oleh otoritas Iran. AS Kembali Menyerang Di tengah meningkatnya ketegangan, media Iran juga melaporkan ledakan di sejumlah wilayah selatan negara itu, termasuk Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, Jask, Pulau Qeshm, dan beberapa wilayah di Provinsi Bushehr.
Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pihaknya telah melancarkan putaran ketiga operasi militer terhadap Iran dalam sepekan terakhir.
CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan IRGC terhadap kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz.
Militer Amerika Serikat menegaskan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di jalur perdagangan internasional tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk menuju pasar global.
Baca juga: AS Kembali Serang Iran, Ledakan Terdengar di Hormozgan dan Bushehr





Komentar (0)