Okupansi Hotel di Makassar Menembus 90 Persen Selama HKG PKK Ke-54 dan HUT Ke-46 Dekranas

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Okupansi hotel di Makassar mencapai sekitar 90 persen selama pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 dan HUT Ke-46 Dekranas yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026, menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga.

Anggiat Sinaga mengungkapkan, "Kami bersyukur kegiatan akbar HKG PKK dan HUT Dekranas di Makassar memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap tingkat hunian hotel."

Ia juga mengatakan, "Hampir semua hotel di Makassar merasakan manfaatnya. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen, bahkan beberapa hotel sudah penuh."

Sebelum penyelenggaraan HKG PKK Ke-54 dan HUT Ke-46 Dekranas, tingkat hunian hotel di Makassar berada pada kisaran 40–45 persen.

Selama kegiatan berlangsung, tingkat hunian hotel meningkat menjadi sekitar 85–90 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan sebelum acara.

Pemerataan Hunian Hotel di Dua Lokasi Utama

Anggiat Sinaga mengatakan, "Ini merupakan ajang yang mampu menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel karena kegiatan berlangsung di dua lokasi utama."

Pameran Dekranas di kawasan Trans Studio Mall (TSM) Makassar meningkatkan okupansi hotel di kawasan Tanjung Bunga dan sekitar Pantai Losari.

Rangkaian kegiatan di Hotel Claro Makassar, seperti rapat kerja, layanan kesehatan gratis, donor darah, dan puncak peringatan HKG PKK Ke-54, turut meningkatkan tingkat hunian hotel di kawasan Jalan AP Pettarani dan sekitarnya.

Sejumlah hotel di Makassar bahkan telah penuh selama penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Meski demikian, masih terdapat beberapa hotel yang memiliki ketersediaan kamar sekitar 5–10 persen bagi masyarakat maupun tamu yang datang selama kegiatan berlangsung.

Dampak Ekonomi Meluas ke Berbagai Sektor

Peningkatan okupansi hotel didorong oleh kedatangan pengurus dan anggota PKK serta Dekranasda dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia untuk mengikuti berbagai agenda kegiatan.

Rata-rata peserta menginap di Makassar selama sekitar empat hari.

Durasi menginap yang lebih lama tidak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Kota Makassar.

Meningkatnya lama tinggal peserta turut menggerakkan sektor restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, industri kreatif, serta pelaku UMKM yang melayani kebutuhan peserta selama berada di Makassar.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Radithya bidik gelar setelah kembali ke final Jaya Raya Junior GP
• 21 jam lalu
0
thumb
Krisis Tinta Bisa Diatasi, Produsen Snack Jepang Cetak Lagi Kemasan Full Color
• 14 jam lalu
0
thumb
Kronologi ASN di Nias Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 12 Apartemen, Kesaksian Saksi Berbeda-beda hingga Muncul Dugaan Bunuh Diri
• 6 jam lalu
0
thumb
Hasil UFC 329: Conor McGregor Kalah Memalukan di Ronde Pertama, Max Holloway Menang Tanpa Banyak Keringat
• 6 jam lalu
0
thumb
Mengapa Wali Kelas SMP Tidak Boleh Dipilih Secara Asal?
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.