Kemenag Rejang Lebong Gelar Bimtek, Tingkatkan Akurasi Penentuan Arah Kiblat

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG, – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Rashdul Kiblat untuk meningkatkan pengetahuan dan akurasi penentuan arah kiblat bagi umat Islam di wilayah tersebut. Kegiatan ini menyasar para aparatur sipil negara (ASN) Kemenag, petugas Kantor Urusan Agama (KUA), hingga kepala madrasah.

Kepala Kemenag Rejang Lebong, Rahman Umar, menyatakan bahwa bimtek ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis para pemangku kepentingan dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah dan akurat.

"Pelaksanaan Bimtek Rashdul Kiblat ini merupakan program Dirjen Bimas Islam Kemenag RI sebelum pelaksanaan Rashdul Kiblat secara nasional yang akan dilaksanakan tanggal 15–16 Juli," kata Rahman Umar saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu.

Fenomena Langka Matahari di Atas Kabah

Rahman menjelaskan, para peserta dibekali pengetahuan tata cara pelaksanaan Rashdul Kiblat secara teknis. Dengan demikian, mereka dapat mempraktikkannya dengan benar saat fenomena langka tersebut terjadi. Fenomena ini terjadi ketika posisi matahari tepat berada di atas Kabah, sehingga menjadi momentum terbaik untuk memverifikasi kembali akurasi arah kiblat.

"Di Provinsi Bengkulu nantinya terdapat sekitar 30 ribu titik pelaksanaan Rashdul Kiblat. Ini merupakan fenomena langka karena pada saat itu posisi matahari tepat berada di atas Kabah, sehingga menjadi momentum terbaik untuk memastikan kembali akurasi arah kiblat," ujarnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menambahkan, pemahaman mengenai arah kiblat yang benar merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan keagamaan, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah umat Islam.

Metode Sederhana dengan Akurasi Tinggi

Dosen Ilmu Falak IAIN Curup, Ridho Kimura, yang menjadi narasumber dalam bimtek tersebut, menjelaskan bahwa metode penentuan arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan Juli. Untuk tahun 2026, fenomena pada periode Juli dapat diamati pada 15–16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB.

Menurut Ridho, metode ini menjadi salah satu cara paling mudah dan sederhana, namun memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Metode ini memanfaatkan posisi matahari secara langsung tanpa memerlukan alat ukur khusus seperti kompas.

Untuk mengecek akurasi kiblat, masyarakat cukup menyiapkan sebuah tongkat lurus atau benang yang diberi beban (bandul). Langkah selanjutnya adalah memilih lokasi yang datar dan mendapatkan sinar matahari secara langsung, lalu menegakkan tongkat hingga membentuk sudut 90 derajat terhadap permukaan tanah.

"Tepat pada pukul 16.27 WIB, ujung bayangan tongkat diberi tanda. Selanjutnya, tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Garis itulah yang menunjukkan arah kiblat secara akurat," ujar Ridho.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Rujuk Pasal 10A UU KPK Terkait Peluang Ambil Alih Kasus yang Menyeret Nama Febrie Adriansyah
• 4 jam lalu
0
thumb
Heboh Meteor Jatuh Berwarna Hijau Kebiruan di Langit Jawa, Warga Dengar Ledakan Keras
• 10 jam lalu
0
thumb
Sebut BUMN Sumber Korupsi, Prabowo: Hei Koruptor Sadar Diri, Guru Butuh Gaji yang Baik
• 1 jam lalu
0
thumb
BKKBN Sumsel Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Ini Tujuannya
• 3 jam lalu
0
thumb
Ada yang Aneh dengan Haaland Semalam, Kenapa Melempem Dikantongi Bek Inggris?
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.