AS Kembali Serang Iran Saat Pemakaman Khamenei Masih Berlangsung, Trump Sebut MoU "Berakhir"

narasi.tv
3 hari lalu
Cover Berita

Amerika Serikat kembali melakukan serangan ke Iran pada Selasa, 7 Juli 2026 saat Iran tengah menggelar rangkaian prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu. Pemerintah Iran telah menetapkan upacara pemakaman baginya mulai 3 hingga 9 Juli 2026 di berbagai lokasi penting keagamaan dan politik, termasuk Kota Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut adalah untuk merespons serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

"Komando Pusat AS telah melancarkan serangkaian serangan yang kuat terhadap Iran untuk memberikan dampak besar kepada mereka karena sudah mengincar dan menyerang kapal komersial yang diawaki orang sipil tak bersalah di perairan internasional," kata CENTCOM melalui media sosial X, Selasa (7/7).

"Serangan tersebut adalah untuk membalas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran itu tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," imbuh CENTCOM.

Menurut Axios, serangan yang dilancarkan militer AS itu mengincar sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, titik peluncuran rudal jelajah anti-kapal dan pesawat nirawak, serta fasilitas pelabuhan di Iran.

Trump Sebut MoU Berakhir

Sementara itu, di tengah situasi yang kembali memanas antara AS dan Iran, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah berakhir. Hal ini disampaikannya pada hari Rabu, 8 Juli 2026 setelah Washington melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian direspons dengan serangan yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.

"Ini pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saya rasa itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka (Iran) lagi. Mereka sampah," kata Trump kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta Pelabuhan Salman di Bahrain, yang berada dalam wilayah tanggung jawab Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Sebagai respons awal terhadap agresi ini, Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melakukan operasi gabungan rudal dan drone, menyerang 85 fasilitas militer AS utama di kedua negara tersebut, sekaligus menembak jatuh sebuah drone MQ-9," kata IRGC dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, dilansir kantor berita AFP.

Baca Juga:Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Naik Menjadi Rp107 Juta Per Jamaah, Ini Rincian Biayanya

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Inggris Lolos Semifinal, Tuchel Bilang Beruntung, tapi Langsung Gertak Argentina dan Swiss
• 10 jam lalu
0
thumb
Garmin Tumbuh Double Digit di Tengah Perlambatan Ekonomi, Mulai Andalkan Tren Lari dan Pasar Perempuan
• 20 jam lalu
0
thumb
Wonderkid PSM Makassar Dimas Adi Prasetyo Diisukan Deal ke Persebaya Surabaya, Lengkapi Eksodus Pemain Pasukan Ramang
• 20 jam lalu
0
thumb
Serangan Rusia Tewaskan 7 Orang, Zelensky Desak Sekutu Percepat Kirim Senjata
• 12 jam lalu
0
thumb
Veddriq Leonardo Raih Emas, Indonesia Kuasai Podium Speed Putra World Climbing Series Chamonix 2026
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.