Jumlah Jemaah Haji 2026 yang Wafat Turun Tajam, Manajemen Disebut Makin Baik

kompas.com
1 bulan lalu
Cover Berita

MAKKAH, KOMPAS.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengeklaim kualitas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M semakin baik.

Hal ini salah satunya ditunjukkan dari tingkat kematian jemaah asal Indonesia tercatat turun drastis

Berdasarkan data terkini, kasus wafatnya jemaah berada di kisaran 134 jiwa, separuh dari tahun sebelumnya.

“Sampai tanggal yang sama, tahun lalu jumlah jemaah yang meninggal sudah mencapai 267 orang, sedangkan tahun ini berada di angka sekitar 130-an," ujar Dahnil, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah

Menurunnya angka duka ini selaras dengan peningkatan kualitas layanan di lapangan.

Terutama yang bersinggungan langsung dengan kesehatan dan pergerakan jemaah di titik-titik krusial seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Fase mobilisasi jemaah, kata Dahnil, berjalan lebih rapi tanpa kendala keterlambatan yang berarti. Seluruh jemaah sukses bertolak menuju Arafah tepat waktu.

Begitu pula saat arus pergerakan berlanjut menuju Muzdalifah dan Mina.

Baca juga: Wamenhaj Minta Jemaah Haji Fokus Pulihkan Kondisi Fisik Usai Armuzna

Kelancaran ini dibuktikan dengan bersihnya area Muzdalifah dari jemaah sejak pukul 06.30 pagi waktu setempat.

Walau trennya sangat menggembirakan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) enggan berpuas diri.

Pengawasan fisik dan perlindungan ekstra bagi jemaah kategori lansia serta berisiko tinggi akan terus dimaksimalkan.

"Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, terutama terkait pengelolaan kesehatan jemaah agar angka kematian dapat ditekan lebih rendah lagi pada masa mendatang," katanya.

Baca juga: Fase Armuzna Selesai, Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam Layani Jemaah Haji Indonesia

Di balik berbagai kesuksesan tersebut, proses penataan di lapangan bukan tanpa tantangan.

Kendala klasik seputar kedisiplinan jemaah dan manajemen penempatan tenda di Arafah maupun Mina masih terjadi.

Salah satu contohnya adalah ulah pihak tidak bertanggung jawab yang mencopot daftar nama penghuni tenda, sehingga membuat proses penertiban oleh petugas menjadi tersendat.

Baca juga: Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur

Selain itu, dinamika di Muzdalifah juga menuntut perhatian lebih.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Budaya antre saat menunggu giliran berangkat menuju Mina rawan diwarnai tindakan provokasi yang berpotensi memicu kericuhan.

"Secara umum ada banyak kemajuan yang berhasil dicapai tahun ini. Namun berbagai catatan yang masih muncul akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan haji ke depan semakin baik dan semakin aman bagi jemaah," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AS Kembali Serang Iran, Ledakan Terdengar di Hormozgan dan Bushehr
• 10 jam lalu
0
thumb
Kasus KUR di Jember, Ibrahim Assuaibi: Jangan Salahkan Bank BUMN Penyalur, Masalah Ada pada Collection Agent
• 16 jam lalu
0
thumb
Sekretaris PAN Sulsel Minta Semua Pihak Beri Ruang Pansus Hak Angket DPRD Gowa untuk Bekerja
• 8 jam lalu
0
thumb
Marc Marquez tak Terbendung di Sprint Race MotoGP Jerman
• 20 jam lalu
0
thumb
BNPB Serahkan Kunci Rumah Hunian Tetap ke Warga Terdampak Bencana di Sumatera
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.