Bisnis.com, JAKARTA – Tingginya aktivitas pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api di Stasiun Gambir turut membawa berkah bagi para porter, alias pekerja jasa yang membantu penumpang membawa dan mengangkut barang bawaan.
Pantauan Bisnis di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB, petugas porter kereta api tampak disibukkan dengan aktivitas membantu penumpang membawa barang bawaan, seperti koper, kardus, dan perlengkapan lainnya.
Sementara itu, para penumpang terlihat mulai memenuhi area ruang tunggu stasiun sambil menanti jadwal keberangkatan menuju berbagai daerah tujuan.
Selain bisa dipesan langsung oleh penumpang, PT KA Pariwisata (KAI Wisata) juga telah mengembangkan aplikasi e-porter untuk memudahkan penumpang kereta api memesan jasa porter secara online. Tarif yang dikenakan minimal Rp38.000 setiap kali pemakaian jasa porter.
"Kalau pesan langsung, tarifnya terserah pengguna jasa, tapi kalau di aplikasi e-porter minimal Rp38.000. Alhamdulillah, menjelang mudik Lebaran tahun ini penghasilan meningkat dibanding hari biasa. Sehari bisa lebih dari 10 pengguna jasa," ujar Agung (nama samaran), salah satu porter di Stasiun Gambir pada Kamis (19/3/2026).
Dengan demikian, penghasilan porter pada periode jelang Lebaran ditaksir sekitar Rp400.000 per hari. Sebagai catatan, sistem kerja porter dibayar langsung oleh pengguna jasa di stasiun.
Baca Juga
- Momen Mudik Lebaran yang Selalu Membawa Berkah bagi PO Bus
- Suasana Arus Mudik Terminal Kampung Rambutan Masih Ramai di H-2 Lebaran
- Padatnya Pemudik di Stasiun Gambir Jelang Lebaran 2026
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengonfirmasi bahwa porter tidak digaji tetap oleh PT KAI. Sebab, biasanya, porter tergabung dalam paguyuban resmi di stasiun, bukan karyawan KAI.
"Jumlah porter di Stasiun Gambir tercatat sebanyak 240 porter, sementara itu, di Stasiun Pasar Senen terdapat 180 porter," ujar Franoto kepada Bisnis, Kamis (19/3/2026).
Adapun, Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan tersibuk dengan 18.852 penumpang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 16.845 penumpang, serta Stasiun Bekasi dengan 8.976 penumpang pada 19 Maret 2026.
Sementara itu, arus kedatangan didominasi oleh Stasiun Pasar Senen dengan 10.014 penumpang dan Stasiun Gambir sebanyak 7.634 penumpang.
Mengacu data per Kamis (19/3), tingkat okupansi kereta api jarak jauh mencapai rata-rata 70%, dengan realisasi penjualan sebanyak 756.929 tiket dari total kapasitas 1,08 juta kursi yang disiapkan.
Adapun jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta tercatat 52.330 orang, sementara kedatangan mencapai 27.741 penumpang pada Kamis (19/3). Secara kumulatif, total keberangkatan selama 11–19 Maret 2026 telah mencapai 430.977 penumpang.




