Jakarta (ANTARA) - Ahli Jantung di Delhi India, dr. Alok Chopra mengatakan bahwa peradangan pasif adalah masalah kesehatan tersembunyi yang seringkali tidak disadari.
Laman Hindustan Times pada Kamis (19/3) waktu setempat melaporkan bahwa kondisi ini hadir tanpa gejala yang terlihat, sementara secara perlahan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes dan kondisi kronis lainnya.
Ia mengungkapkan tanda-tanda peringatan dini ini tidak boleh diabaikan, adapun beberapa gejala umum meliput kabut otak, lemak perut yang membandel, ketergantungan gula, kekakuan sendi, kelelahan dan energi rendah.
Baca juga: Kenali tanda peringatan dini gagal jantung yang sering tak terduga
Baca juga: Kesalahan diet esktrem dalam mengontrol kolesterol
Gejala tersebut, lanjut dia, memiliki keterkaitan misalnya kurang tidur dapat memicu lonjakan gula darah , kebiasaan makan yang tidak teratur, dan peningkatan kadar kortisol, yang akhirnya menyebabkan resistensi insulin.
Gaya hidup kurang gerak, stres kronis, dan diet tinggi makanan ultra olahan atau makanan yang menyebabkan peradangan dapat mengganggu kesehatan usus, menyebabkan kekurangan nutrisi, dan bahkan mempengaruhi suasana hati karena ketidakseimbangan dopamin.
Hal-hal tersebut bisa mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
dr. Chopra menekankan pentingnya memulihkan keseimbangan dengan beberapa hal dengan memperbaiki pola tidur setidaknya tidur 7-8 jam dengan kualitas yang baik dengan jadwal tidur yang konsisten.
Mengonsumsi makanan seimbang dan memprioritaskan protein dan serat dalam setiap makanan.
Bergerak setiap hari, mengurangi gula dan makanan ultra-olahan, mendukung kesehatan kesehatan usus dengan menambahkan makanan fermentasi.
"Berhenti sejenak dan atur ulang: Latih pernapasan penuh kesadaran, luangkan waktu di bawah sinar matahari, dan berikan tubuh Anda waktu untuk beristirahat," tutupnya.
Baca juga: Gejala awal penyakit jantung pada wanita mirip dengan kecemasan
Baca juga: Studi Australia kaitkan genetika BMI masa kanak-kanak dengan risiko diabetes dan jantung saat dewasa
Baca juga: PJB harus segera ditangani untuk hindari kelainan paru-paru
Laman Hindustan Times pada Kamis (19/3) waktu setempat melaporkan bahwa kondisi ini hadir tanpa gejala yang terlihat, sementara secara perlahan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes dan kondisi kronis lainnya.
Ia mengungkapkan tanda-tanda peringatan dini ini tidak boleh diabaikan, adapun beberapa gejala umum meliput kabut otak, lemak perut yang membandel, ketergantungan gula, kekakuan sendi, kelelahan dan energi rendah.
Baca juga: Kenali tanda peringatan dini gagal jantung yang sering tak terduga
Baca juga: Kesalahan diet esktrem dalam mengontrol kolesterol
Gejala tersebut, lanjut dia, memiliki keterkaitan misalnya kurang tidur dapat memicu lonjakan gula darah , kebiasaan makan yang tidak teratur, dan peningkatan kadar kortisol, yang akhirnya menyebabkan resistensi insulin.
Gaya hidup kurang gerak, stres kronis, dan diet tinggi makanan ultra olahan atau makanan yang menyebabkan peradangan dapat mengganggu kesehatan usus, menyebabkan kekurangan nutrisi, dan bahkan mempengaruhi suasana hati karena ketidakseimbangan dopamin.
Hal-hal tersebut bisa mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
dr. Chopra menekankan pentingnya memulihkan keseimbangan dengan beberapa hal dengan memperbaiki pola tidur setidaknya tidur 7-8 jam dengan kualitas yang baik dengan jadwal tidur yang konsisten.
Mengonsumsi makanan seimbang dan memprioritaskan protein dan serat dalam setiap makanan.
Bergerak setiap hari, mengurangi gula dan makanan ultra-olahan, mendukung kesehatan kesehatan usus dengan menambahkan makanan fermentasi.
"Berhenti sejenak dan atur ulang: Latih pernapasan penuh kesadaran, luangkan waktu di bawah sinar matahari, dan berikan tubuh Anda waktu untuk beristirahat," tutupnya.
Baca juga: Gejala awal penyakit jantung pada wanita mirip dengan kecemasan
Baca juga: Studi Australia kaitkan genetika BMI masa kanak-kanak dengan risiko diabetes dan jantung saat dewasa
Baca juga: PJB harus segera ditangani untuk hindari kelainan paru-paru





