Mastercard Caplok BVNK Rp 30,5 T, Gebrakan Gila Rajai Masa Depan Uang!

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Mastercard. (REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa pembayaran global Mastercard secara resmi mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi perusahaan infrastruktur stablecoin BVNK dengan nilai mencapai US$ 1,8 miliar atau setara Rp 30,52 triliun (asumsi kurs Rp 16.960/US$).

Kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (17/03/2026) ini mencakup pembayaran kontinjensi sebesar US$ 300 juta (Rp 5,08 triliun). Langkah besar tersebut ditujukan untuk memperluas dukungan Mastercard terhadap aset digital serta memungkinkan interoperabilitas antara jalur pembayaran fiat dan sistem berbasis blockchain.

Akuisisi ini terjadi di tengah masifnya penggunaan pembayaran stablecoin yang volumenya diprediksi mencapai setidaknya US$ 350 miliar (Rp 5.936 triliun) pada tahun 2025 menurut laporan Boston Consulting Group. Mastercard menyatakan bahwa institusi keuangan dan fintech kini semakin gencar menawarkan layanan berbasis stablecoin dan simpanan ter-tokenisasi seiring membaiknya kejelasan regulasi di berbagai yurisdiksi.


Baca: Liburan Lebaran ke Luar Negeri Tanpa Repot Tukar Uang, Gini Caranya!

Mastercard menyebutkan bahwa infrastruktur BVNK akan melengkapi jaringan pembayaran globalnya dengan memungkinkan penggunaan baru seperti remitansi lintas batas, pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B), hingga peer-to-peer (P2P). Perusahaan juga membidik aplikasi jangka panjang di bidang pasar modal dan manajemen kas di mana programabilitas serta penyelesaian transaksi yang lebih cepat dapat mengatasi inefisiensi yang ada saat ini.

Kunci untuk membuka potensi ini terletak pada integrasi jalur pembayaran berbasis blockchain dengan sistem fiat yang sudah ada tanpa mengabaikan standar kepatuhan, keamanan, dan keandalan. Akuisisi tersebut diklaim akan menghadirkan interoperabilitas tepercaya dalam skala besar di berbagai jaringan blockchain dan infrastruktur keuangan tradisional.

"Kami memperkirakan bahwa sebagian besar institusi keuangan dan fintech pada waktunya akan menyediakan layanan mata uang digital, baik dengan stablecoin maupun simpanan ter-tokenisasi," ujar Chief Product Officer Mastercard, Jorn Lambert.

Baca: Dua Bank Besar Ini Dapat Lisensi Stablecoin di Pusat Bisnis Asia

Lambert menambahkan bahwa penambahan jalur onchain ke dalam jaringan perusahaan akan mendukung kecepatan dan programabilitas untuk hampir setiap jenis transaksi. Langkah ini dipandang sebagai upaya serius perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi terdesentralisasi ke dalam sistem keuangan arus utama.

Didirikan pada tahun 2021, BVNK menyediakan infrastruktur yang memungkinkan bisnis mengirim dan menerima pembayaran di seluruh jaringan blockchain utama di lebih dari 130 negara. Chief Executive Officer BVNK, Jesse Hemson-Struthers menilai kolaborasi ini akan menciptakan standar baru dalam industri keuangan global.

"Kesepakatan ini akan menggabungkan kemampuan pelengkap untuk mendefinisikan dan menghadirkan masa depan uang. Perusahaan bertujuan membangun infrastruktur yang belum pernah ada sebelumnya untuk layanan keuangan berbasis mata uang digital," kata Hemson-Struthers.

Transaksi ini sendiri mengikuti proses akuisisi yang kompetitif yang sebelumnya sempat melibatkan bursa kripto raksasa, Coinbase. Sebelum pembicaraan berakhir pada November lalu, Coinbase dikabarkan sempat menjajaki kesepakatan senilai US$ 2 miliar (Rp 33,92 triliun) untuk BVNK dengan proyeksi valuasi perusahaan berada di rentang US$ 1,5 miliar hingga US$ 2,5 miliar.

Fenomena ini mempertegas gelombang investasi besar-besaran di infrastruktur stablecoin, menyusul langkah Stripe yang mengakuisisi Bridge senilai US$ 1,1 miliar (Rp 18,65 triliun) pada tahun 2024. Mastercard sendiri telah memperluas aktivitasnya di sektor ini dengan meluncurkan program mitra kripto bersama lebih dari 85 perusahaan aset digital.

Proses akuisisi BVNK saat ini masih menunggu persetujuan dari pihak regulator. Mastercard menargetkan seluruh proses transaksi dapat rampung sepenuhnya sebelum akhir tahun ini.


(tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BI Dorong Transaksi Digital - Perluasan Implementasi QRIS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
H-3 Lebaran: Jalur Arteri Karawang Disesaki Ribuan Pemudik Motor hingga Larut Malam
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertanian Subak di Tabanan, Harmoni yang Mulai Terancam
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Hilal Tak Tampak di Masjid KH Hasyim Asy’ari Jakbar
• 2 jam lalukompas.com
thumb
2 Bintang Timnas Indonesia Dikabarkan Gabung Persib, Musim Depan Persaingan dengan Persija Makin Seru!
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Apindo: Perputaran Ekonomi Lebaran Meningkat Moderat dari Tahun Lalu
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.