Wawancara ini dilakukan pada Selasa malam lalu, sebelum perkembangan terbaru dalam kasus ini diumumkan.
Penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS disebut Presiden Prabowo sebagai terorisme.
Dalam percakapan ini juga dibahas pola intimidasi yang berulang,
nama-nama yang mengalami teror,
serta pertanyaan: apakah ruang aman untuk bersuara kian menyempit?
Presiden menegaskan, pengusutan harus menjangkau hingga dalang
tidak berhenti pada pelaku lapangan.





