Airlangga Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di bawah 3 persen sesuai arahan Presiden.

Hal tersebut disampaikan Airlangga usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (19/3).

"Barusan rapat dengan Bapak Presiden, dan tadi dilaporkan dalam rapat dengan Bapak Presiden, arahan Bapak Presiden, yang pertama tentu yang terkait dengan kita menjaga APBN agar defisit tetap di bawah 3 persen," ujar Airlangga.

"Dan sesuai dengan arahan pada saat sidang kabinet paripurna dan sudah dirapatkan dengan kementerian teknis, itu dilakukan efisiensi dari berbagai K/L, dan dengan efisiensi berbagai K/L itu, defisit 3 persen bisa dijaga," sambungnya.

Selain menjaga defisit, pemerintah juga membahas dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap harga komoditas. Dalam rapat tersebut, Airlangga mengatakan, Presiden meminta peningkatan produksi batu bara untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

"Kemudian yang kedua, itu yang terkait dengan kenaikan harga BBM, dan juga ikutannya terhadap harga-harga komoditas, maka tadi Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batubara bisa ditingkatkan, artinya akan ada perbaikan terkait dengan RKAB," jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga menyoroti sektor energi, khususnya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang dinilai perlu segera dikonversi seiring tingginya harga minyak dunia.

"Kemudian yang berikut terkait dengan pembangkit listrik, tenaga diesel, karena sekarang dengan harga minyak tinggi, Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga solar, danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang PLTD tersebut," ungkap Airlangga.

Tak hanya itu, pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan efisiensi waktu kerja sebagai respons terhadap kondisi global, termasuk kemungkinan penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH).

"Kemudian yang terakhir terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari, dalam lima hari kerja. Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN, tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raih Kredit Rp17,92 Triliun, Jasa Marga Kebut Proyek Tol Yogyakarta–Bawen
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nyepi dan Idul Fitri: Hening, Maaf, dan Etika Kebangsaan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Pemantauan Hilal di Aceh: Masih Mendung Sehabis Hujan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Poin-Poin Pernyataan Polda Metro soal Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026: 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, Lusa!
• 48 menit lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.