Allianz Indonesia Bagikan Tips Kelola THR untuk Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Momen Idulfitri kerap kali membawa berkah tersendiri bagi para karyawan. Hal ini seiring dengan cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus tahunan yang waktunya berdekatan.

PT Asuransi Allianz Utama Indonesia mengingatkan dana segar itu jangan hanya untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga untuk rencana finansial masa depan. Salah satu rencana finansial yang penting, terutama bagi orang tua, adalah dana pendidikan anak yang biayanya selalu meningkat.

Head of Corporate Communications Allianz Indonesia Wahyuni Murtiani mengatakan perencanaan pendidikan anak perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi tabungan atau investasi, tetapi juga perlindungan.

“Momentum menjelang Idulfitri sering kali menjadi waktu refleksi dan penataan ulang keuangan keluarga. THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dana pendidikan anak, sekaligus melengkapinya dengan perlindungan asuransi agar rencana jangka panjang tetap terjaga,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, risiko kesehatan maupun risiko kehilangan pencari nafkah utama dapat memengaruhi kesinambungan pendidikan anak. Oleh karena itu, perlindungan finansial menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas rencana masa depan keluarga.

“Alih-alih habis untuk kebutuhan konsumtif, sebagian THR dapat dialokasikan untuk dana pendidikan anak, dana darurat keluarga, perlindungan terhadap risiko yang tak terduga, serta instrumen investasi jangka panjang sesuai profil risiko,” tegas Wahyuni.

Baca Juga

  • Minat Pasar akan Asuransi Pendidikan Kian Melambung seiring Melejitnya Biaya Edukasi
  • Minat Terhadap Asuransi Pendidikan Meningkat, Begini Respons Pakar
  • Asuransi Pendidikan Diminati Masyarakat untuk Masa Depan, OJK: Perlu Disambut Industri
Asuransi untuk Dana Pendidikan Anak

Menjawab kebutuhan itu, dia menyebut Allianz Syariah kini menghadirkan AlliSya Cerdas. Produk asuransi jiwa dwiguna ini dirancang untuk membantu orang tua menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dan sesuai prinsip syariah.

“Produk ini memberikan kombinasi perlindungan jiwa dan manfaat tunai terjadwal yang dapat disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pendidikan anak,” ucap Wahyuni.

Dia menjelaskan, peserta berhak menerima manfaat tunai sebesar 40% pada akhir tahun polis ke-8 dan 80% pada akhir tahun polis ke-11 sebelum polis berakhir, selaras dengan kebutuhan biaya pendidikan pada jenjang menengah hingga transisi ke jenjang berikutnya.

Produk tersebut dapat dibeli secara digital melalui platform OptimAll Allianz dengan skema Guaranteed Issuance Offer (GIO) berbasis pernyataan kesehatan. Adapun, kontribusi minimum mulai dari Rp500.000 per bulan, dengan usia masuk anak 1 bulan hingga 17 tahun dan dewasa 18 hingga 50 tahun.

“Oleh karena itu, dengan perencanaan yang matang dan disiplin, orang tua dapat memastikan pendidikan anak tetap berjalan teratur tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan keluarga di masa depan,” tegasnya.

4 Langkah Penting untuk Pendidikan Anak

Pada saat yang sama, Certified Financial Planner Annisa Steviani membenarkan bahwa biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun dan kerap melampaui pertumbuhan gaji tahunan. Menurutnya, banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. 

 

“Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kenaikan biaya kuliah rata-rata mencapai 6,03% per tahun, sementara kenaikan gaji tahunan rata-rata hanya berkisar 3%. 

“Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berisiko membuat orang tua harus mengorbankan kebutuhan lain atau bahkan berutang saat anak memasuki usia perguruan tinggi,” sebutnya.

Oleh karena itu, dia menilai momen THR dan bonus tahunan dapat dimanfaatkan untuk membuka atau menambah

alokasi dana khusus pendidikan anak, mengevaluasi kembali proyeksi kebutuhan biaya sekolah, serta menyesuaikan strategi menabung dengan kondisi keuangan terkini.

Berikut 4 Langkah yang Dapat Diterapkan Orang Tua:
  1. Melakukan survei sekolah yang diinginkan untuk mengetahui kisaran biaya masuk dan SPP, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi;
  2. Menyiapkan rencana alternatif atau plan B dan C apabila anak tidak diterima di sekolah pilihan pertama, dengan simulasi biaya yang berbeda;
  3. Membuat perencanaan terstruktur, untuk mencatat estimasi biaya per jenjang pendidikan beserta proyeksi kenaikannya agar memiliki gambaran angka yang realistis;
  4. Mempertimbangkan jarak kelahiran anak, sehingga timeline pendidikan anak pertama dan berikutnya tidak bertumpuk dalam periode yang sama.

Selain faktor biaya sekolah, Annisa turut menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam perencanaan pendidikan. Baginya, perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia.

“Karena jika pencari nafkah utama mengalami risiko, maka dana pendidikan anak bisa ikut terdampak,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Empat Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya Terima Remisi Hari Raya Nyepi 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Jennie BLACKPINK Siap Guncang Lollapalooza Chicago 2026 Bersama Musisi Dunia
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Ngantukan? Ini Tips Anti Ngantuk saat Mudik Lebaran
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Padat Merayap di Tol Jakarta-Cikampek
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
BeauPicks: 3 Rekomendasi Baju Lebaran Last Minute di Bawah Rp500 Ribu
• 13 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.