Jakarta, tvOnenews.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, mulai melakukan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Lebaran 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah tim mulai melakukan setup alat-alat. Terlihat dua teleskop dan satu Theodolit yang disiapkan di lantai 7 Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
Setiap alat dipantau oleh dua anggota tim pemantau hilal.
Terlihat para tim mulai mengamati langit-langit melalui alat yang mereka gunakan.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Ketua Tim Kerja Hisab Rukyatul, M Reza mengatakan, bahwa pemantauan hari ini sepertinya tidak akan mengalami kesulitan, pasalnya cuaca di Jakarta cerah.
"Cuaca sih mendukung, ya. Cuaca mendukung. Ini juga kan karena mungkin orang sudah mulai pada ke daerah, ya. Kan enggak banyak polusi sekarang," katanya.
Reza menuturkan, bahwa ada beberapa faktor yang nantinya akan mempengaruhi pada saat pemantauan hilal sepeti polusi udara.
"Itu juga akan memengaruhi. Ada faktor polusi cahaya, polusi udara, kemudian penghalang, karena ini kan gedung-gedung, ya. Kemudian juga visibilitas itu tergantung kemampuan optiknya juga. Alatnya, kemampuan dia," jelasnya.
Kendati demikian, tim di Kanwil Provinsi Jakarta akan terus memantau dan melaporkan hasilnya ke Kementrian Agama (Kemenag).(aha/raa)




