China Siap Bantu Asia Tenggara Atasi Krisis Energi Imbas Konflik Iran

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

China menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi gangguan energi akibat konflik di Iran. Sikap ini sekaligus diiringi seruan agar pihak-pihak yang terlibat segera menghentikan operasi militer demi meredam dampak global.

Mengutip Reuters, sebagai negara dengan sektor penyulingan minyak terbesar di dunia, komitmen China dinilai penting bagi kawasan Asia Tenggara yang berpenduduk lebih dari 700 juta orang. Terlebih, sebelumnya Beijing sempat melarang ekspor solar, bensin, dan bahan bakar jet pada awal bulan ini.

Kebijakan tersebut berpotensi memperparah kelangkaan pasokan dan mendorong kenaikan harga energi di sejumlah negara mitra strategis China di Asia Tenggara, yang sudah terdampak pemangkasan suplai akibat konflik AS-Israel dengan Iran.

"Situasi di Timur Tengah telah mengganggu keamanan energi global," kata Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dalam konferensi pers rutin ketika ditanya apakah negara-negara Asia Tenggara telah menghubungi Tiongkok untuk meminta bantuan.

Ia menegaskan pentingnya penghentian konflik agar tidak memperluas dampak ekonomi global.

"Negara-negara yang terlibat harus segera menghentikan operasi militer untuk mencegah ketidakstabilan regional berdampak lebih besar pada pembangunan ekonomi global," kata Lin.

China juga membuka peluang koordinasi lebih erat dengan negara di kawasan untuk mengatasi tekanan energi.

"China bersedia memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara untuk bersama-sama mengatasi masalah keamanan energi," tambah Lin.

Jika kebijakan pembatasan ekspor dilonggarkan, langkah tersebut dinilai bisa meredakan kekhawatiran pasokan bahan bakar di berbagai negara, mulai dari Filipina hingga Kamboja.

Di tengah situasi ini, Filipina mulai menjajaki kerja sama energi dengan China. Menteri Energi Filipina Sharon Garin diketahui telah bertemu dengan duta besar Tiongkok untuk Filipina pada Selasa, membahas potensi kolaborasi di sektor energi, terlepas dari ketegangan kedua negara terkait sengketa Laut Cina Selatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Polri Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Rabu Malam
• 16 jam laludetik.com
thumb
”One Way” di Tol Trans-Jawa Diperpanjang sampai Km 459 Arah Solo
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Terurai, ASDP Pastikan Semua Kendaraan Masuk Buffer Zone
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Kepala BGN Dorong Inovasi Menu MBG Kualitas Bintang 5 Lewat Chef Profesional
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Mudik Lebaran, Pemerintah Jamin Jalan dan Posko Siaga Optimal
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.