Korlantas Polri sempat melakukan penutupan sementara pada jalan tol layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada Kamis (19/3). Langkah ini diambil akibat tingginya volume kendaraan yang melintas pada puncak arus mudik.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, penutupan dilakukan selama kurang lebih 1,5 jam guna memberikan ruang bagi pelaksanaan rekayasa lalu lintas contraflow di jalur bawah.
“MBZ tadi kita tutup hampir satu setengah jam. Karena langkah-langkah daripada contraflow sudah selesai, tentunya kita buka lagi dan alhamdulillah sekarang lancar. Sudah lancar ya,” ujar Agus di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Kamis, pukul 16.19 WIB.
Agus menyebut penutupan MBZ merupakan langkah dinamis untuk mengurai kepadatan, mengingat arus mudik tahun ini yang cukup tinggi.
“MBZ di samping panas tidak ada rest area, kita lewatkan bawah. Tetapi dalam rangka mempersiapkan contraflow di 36 sampai 47. Setelah selesai nanti kita buka lagi,” pungkasnya.
Adapun, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat lonjakan signifikan arus lalu lintas di Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada H-3 Idul Fitri 1447 H atau Rabu (18/3/2026). Kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat mendominasi pergerakan di jalan tol layang terpanjang di Indonesia tersebut.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 64.985 kendaraan telah melintasi tol MBZ arah keluar Jakarta. Angka ini menunjukkan kenaikan drastis sebesar 198,27% jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang biasanya hanya mencapai 21.787 kendaraan.





