Sebelumnya, laga dramatis tersaji di lapangan hijau saat Inter Miami menjamu lawannya di Florida, Rabu 18 Maret. Klub berjuluk The Herons tersebut dipastikan gugur setelah bermain imbang 1-1 dengan Nashville SC pada leg kedua fase gugur. Meski agregat menunjukkan skor 1-1 menyusul hasil 0-0 pada leg pertama, tapi Nashville berhak melaju ke fase berikutnya berkat keunggulan gol tandang.
Momen Bersejarah Messi dan Persaingan Elite Dunia
Momen bersejarah bagi La Pulga tercipta lewat skema serangan cepat di awal laga. Messi membuka harapan publik tuan rumah saat pertandingan belum genap berjalan 10 menit setelah menerima umpan matang di dalam kotak penalti.
Pemain megabintang asal Argentina tersebut melakukan gerak tipu ke sisi kiri sebelum melepaskan tembakan mendatar yang merobek jala Nashville, sekaligus memutus kebuntuan golnya dalam dua laga terakhir.
Kini, catatan statistik menempatkan kapten Timnas Argentina tersebut di jajaran elite sepak bola dunia bersama rivalnya Cristiano Ronaldo. Menariknya, Messi mencapai angka 900 hanya dalam 1.142 pertandingan, lebih efisien ketimbang Ronaldo yang membutuhkan 1.236 laga untuk mencapai angka serupa pada September 2024 lalu. Saat ini, Ronaldo mengoleksi 965 gol dan masih berambisi menembus angka 1.000 gol sebelum pensiun.
Dominasi Statistik dan Koleksi Gelar Individu Messi
Menengok ke belakang, pundi-pundi gol Messi tersebar di berbagai kompetisi bergengsi lintas benua selama dua dekade terakhir. Dominasi golnya sebagian besar lahir saat membela Barcelona dengan 672 gol, disusul 115 gol untuk tim nasional Argentina, 81 gol di Inter Miami, dan 32 gol saat berseragam Paris Saint-Germain. Tahun 2012 tetap menjadi periode paling produktif dalam kariernya dengan rekor dunia 91 gol dalam satu tahun kalender.
Pencapaian individu ini menjadi pelengkap dari rentetan gelar yang diraihnya sepanjang musim kompetisi di Amerika Serikat. Sebelum rekor ini tercipta, Messi baru saja menyabet gelar Most Valuable Player (MVP) dari MLS secara berturut-turut.
Ia juga telah mendapatkan trofi Sepatu Emas setelah mengumpulkan 29 gol di musim reguler bersama Inter Miami, menegaskan statusnya sebagai penguasa sepak bola modern meski timnya gagal melaju di kompetisi kontinental. (Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





