TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran dilaporkan telah membiarkan kapal tanker sejumlah negara untuk melewati Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran menegaskan menutup Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke negara tersebut pada 28 Februari 2026.
Penutupan Selat Hormuz pun berpengaruh terhadap harga minyak dunia.
Baca Juga: Putin Bereaksi Kepala Keamanan Iran Ali Larijani Tewas Terbunuh, Kremlin Kutuk Ulah AS-Israel
Sebab, Selat Hormuz digunakan untuk 20 persen pasokan minyak global.
Sejumlah kapal yang memaksa melewati Selat Hormuz pun mengalami penyerangan. Blokade Iran telah mengurangi lalu lintas pengiriman hingga hampir berhenti.
Menurut S&P Global Market Intelligence, hanya 21 kapal tanker yang melintasi rute tersebut sejak perang dimulai.
Hal itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan lebih dari 100 kapal setiap hari sebelum konflik.
Berdasarkan laporkan perusahaan intelijen Maritim Winward, sebagian besar kapal tampaknya bertahan di Luar Hormuz, dengan sekitar 400 kapal terlihat beroperasi di Teluk Oman, karena antrean panjang kapal menunggu di dekat Selat Hormuz.
Namun, dikutip dari CNBC, ada sejumlah kapal yang bisa melintasi Selat Hormuz.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : CNBC/Antara
- selat hormuz
- iran
- melewati selat hormuz
- china
- india
- minyak dunia





