Posisi hilal pada saat matahari terbenam minimum 3 derajat dan Elongasi minimum.
IDXChannel - Ketinggian hilal di sejumlah daerah terpantau sudah memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tiga derajat.
Namun, hal itu belum memenuhi ambang batas elongasi yang ditetapkan dalam kriteria MABIMS.
Pada kriteria MABIMS, posisi hilal pada saat matahari terbenam minimum 3 derajat dan Elongasi minimum 6,4 derajat. Untuk menentukan awal bulan Syawal harus memenuhi ke dua parameter tersebut
Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, mengatakan, posisi hilal di wilayah NKRI berkisar antara 0,91 hingga 3,13 derajat pada Kamis (19/3/2026) atau 29 Ramadan 1447 Hijriah. Sementara titik elongasi berkisar 4,54 hingga 6,10 derajat.
"Meski tinggi hilal di sebagian provinsi Aceh sudah mencapai 3 derajat, namun belum mencapai ambang batas elongasi minimum 6,4 derajat," kata Cecep , Kamis (19/3/2026).
Kendati demikian, Cecep menyampaikan, seluruh wilayah NKRI belum memenuhi visibilitas hilal MABIMS.
"Jika ada yang memenuhi kriteria tinggi dan elongasi minimal di satu tempat di NKRI saja, maka berlaku untuk seluruh wilayah hukum NKRI. Namun ternyata tidak ada satupun tempat di NKRI yang memenuhi kriteria," kata Cecep.
(Nur Ichsan Yuniarto)





