Laba Mitrabara Adiperdana (MBAP) Anjlok 92 Persen Sepanjang 2025

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mengalami penurunan kinerja yang signifikan sepanjang 2025.

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mengalami penurunan kinerja yang signifikan sepanjang 2025. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mengalami penurunan kinerja yang signifikan sepanjang 2025. Laba bersih perusahaan batu bara tersebut turun hingga 92 persen seiring anjloknya pendapatan.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Kamis (19/3/2026), pendapatan MBAP anjlok sekitar 24 persen dari USD218 juta menjadi USD165 juta. Dua segmen yang menjadi penopang utama, yakni segmen batu bara dan jasa pertambangan, mengalami penurunan.

Baca Juga:
Harga Batu Bara Berpotensi Balik Arah Jika Konflik Iran Mereda

Namun, segmen bisnis udang justru melesat hingga 328 persen menjadi USD3,3 juta. Namun, porsi segmen bisnis tersebut terhadap total pendapatan hanya 2 persen.

MBAP juga melakukan sejumlah efisiensi yang tercermin dari beban pokok pendapatan dan beban usaha yang turun. Beban pokok pendapatan turun 15 persen menjadi USD147 juta, sedangkan beban usaha ditekan 25 persen menjadi USD24 juta.

Baca Juga:
Pasokan LNG Terganggu Imbas Konflik Timur Tengah, Negara Asia Kembali Beralih ke Batu Bara

Namun, tekanan pada kinerja topline tetap menekan profitabilitas MBAP. Laba bruto terkontraksi 62 persen menjadi USD18 juta imbas penurunan pendapatan. Adapun Laba usaha anjlok 98 persen terisa USD375 ribu dan laba bersih turun 92 persen menjadi USD1,5 juta dari 2024 yang sebesar USD19,1 juta.

Pelemahan kinerja MBAP juga terlihat dari arus kas yang turun signifikan. Arus kas dari aktivitas operasi defisit USD3,5 juta, berbanding terbalik dengan 2024 yang positif USD25 juta. Hal ini imbas penurunan penerimaan dari kas pelanggan hingga 36 persen menjadi USD147 juta.

Penurunan pembayaran royalti turun 33 persen menjadi USD18,1 juta. Penurunan juga terjadi pada pembayaran gaji karyawan (-8 persen) dan pajak penghasilan (-25 persen). Selain itu, perseroan juga menerima restitusi pajak yang totalnya mencapai USD14,5 juta meski tak cukup membuat arus kas positif.

Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas MBAP masih solid meski turun. Kas perseroan pada akhir 2025 mencapai USD74 juta atau setara dengan Rp1,2 triliun, turun 25 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar USD98 juta. Kas itu belum memperhitungkan adanya kas yang dibatasi penggunaannya sebesar USD5,3 juta.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Negara Rayakan Idul Fitri 2026 Tanggal 20 Maret, Arab Saudi hingga Palestina
• 7 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Ajak Jurnalis dan Pakar Diskusi Bahas Geopolitik Global hingga Kebijakan Dalam Negeri
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
5 Spot Namjoon Tour di Seoul saat Konser Comeback BTS 2026, Wajib Dikunjungi ARMY!
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tinjau Arus Mudik di Stasiun Tugu DIY, Kapolri Sebut Ada Kenaikan sampai 55 Ribu Penumpang
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemilik Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini Profil Lengkapnya
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.