Seluruh wilayah di Bali terlihat sepi dan lengang saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada Kamis (19/3).
Berbagai titik kawasan pariwisata, ruas jalan, hingga objek vital di Bali yang biasanya ramai kini terpantau lengang dan sepi. Pasalnya, umat Hindu di Bali tengah menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam.
Sebelum melakukan nyepi, umat Hindu terlebih dahulu melaksanakan beragam upacara keagamaan.
Saat prosesi nyepi, hanya pecalang atau petugas pengamanan adat Bali berjaga dan berpatroli. Aksi pecalang tersebut untuk menjamin keamanan dan kelancaran umat Hindu selama penyepian.





