JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji bahwa tidak akan lagi ada serangan Israel terhadap ladang gas South Pars, yang merupakan ladang gas utama Iran. Serangan tersebut telah memicu serangan pembalasan Iran ke sejumlah fasilitas energi di negara-negara Teluk.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan bahwa Israel yang marah “melakukan serangan balasan brutal ke South Pars”. Washington mengatakan pihaknya tidak ikut serta dalam serangan tersebut.
Serangan terhadap ladang gas South Pars yang besar tersebut mendorong harga minyak naik dan memicu ancaman Iran untuk menyerang target minyak dan gas di seluruh Teluk, sementara Iran juga menembakkan rudal ke Qatar dan Arab Saudi.
Eskalasi ini meningkatkan gangguan pasokan energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah meningkatkan taruhan politik bagi Trump, yang bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran hampir empat minggu lalu.



