Setelah Ramai Dihujat hingga Disemprot Rafael van der Vaart, Maarten Paes Kini Panen Pujian dari Pengamat Sepak Bola Belanda

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Opini publik Belanda perlahan-lahan tampaknya mulai berubah terhadap kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. Sebelumnya, penjaga gawang anyar Ajax Amsterdam tersebut sempat menjadi sasaran hujatan.

Paes menjadi sasaran publik Belanda hanya setelah melakoni tiga laga bersama tim ibu kota Belanda tersebut. Itu terjadi setelah kekalahan 1-3 dari Groningen, yang berujung kepada pendepakan pelatih Fred Grim.

Sang kiper berusia 27 tahun mengkritik Ajax yang tidak bisa bermain sebagai tim. Namun, pernyataan itu sulit diterima oleh sejumlah pihak, terutama legenda Timnas Belanda dan Ajax, Rafael van der Vaart.

Menurut Van der Vaart, Paes tidak layak untuk mengkritik karena masih anak baru. Dia bahkan mengatakan bahwa Ajax sebaiknya memulangkan sang kiper kepada mantan klubnya di Amerika Serikat, FC Dallas.

“Teman-teman, tolonglah. Maarten Paes, ya ampun, seorang penjaga gawang berkata seperti itu. Saya akan langsung memulangkannya ke Amerika Serikat,” kata Van der Vaart, dilansir dari FC Update.

“Terutama ketika Anda baru bergabung dan masih harus membuktikan diri. Dia hanya mengatakan bahwa mereka bukanlah tim. Saya tidak bisa memahaminya sama sekali,” tambahnya.

Ajax sendiri telah ditangani oleh pelatih baru, Oscar Garcia, yang dipromosikan dari tim akademi, Jong Ajax. Pada laga debutnya, Garcia langsung membawa De Amsterdammers menang 4-0 atas Sparta Rotterdam pada Minggu (15/3/2026) dini hari WIB.

Performa Ajax di bawah asuhan Garcia pun dipuji. Hal ini nyatanya berdampak kepada  Maarten Paes, yang kini mendapatkan sanjungan dari legenda sepak bola Belanda, Hans Kraay Jr.

Menurutnya, Paes telah menunjukkan peningkatan signifikan sejak bergabung dengan Ajax. Sang kiper Timnas Indonesia kini tahu caranya memainkan bola-bola panjang untuk membangun serangan.

“Saya harap García berkata kepadanya [Paes]: ‘Saya juga suka membangun serangan, dengan latar belakang saya di Barcelona, ​​tetapi berhentilah mencoba bunuh diri sejenak, Maarten’,” tulis Kraay dalam kolomnya di Voetbal International.

“Itu berhasil, karena jika dia bisa membangun serangan, dia melakukannya. Dan jika tidak, seluruh tim ikut serta dan umpan panjang sederhana pun dimainkan,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raksasa Gas Italia Eni Siapkan Rp254,54 Triliun untuk Proyek Gas Laut Dalam di Kaltim
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Bahaya Tidur di Mobil Saat Mudik 2026, Waspadai Risiko Keracunan dan Microsleep Saat Berkendara
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Puncak Mudik 2026, Penumpang Kereta di Stasiun Pasar Senen Membeludak
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Teror Air Keras: Upaya Mematikan Nalar Rakyat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Undang Chatib Basri hingga Najwa Shihab Diskusi Geopolitik di Hambalang
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.