Pemanfaatan Teknologi AS untuk Pengolahan Litium Panas Bumi di Indonesia Didukung USTDA

liputan6.com
8 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pemanfaatan teknologi asal Amerika Serikat (AS) didukung oleh Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) untuk meningkatkan pengolahan litium sebagai mineral kritis dari operasi panas bumi di Indonesia.

Melalui proyek percontohan yang didanai USTDA, perusahaan berbasis di California, Lilac Solutions, Inc., akan mendemonstrasikan teknologinya di fasilitas PT Geo Dipa Energi (GDE), sebagaimana disampaikan dalam rilis Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.

Advertisement

BACA JUGA: Iran Peringatkan Serangan ke Fasilitas Energi Arab Saudi, UEA dan Qatar

Direktur Utama GDE, Yudistian Yunis, menyatakan bahwa dukungan USTDA merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian Indonesia untuk memenuhi kebutuhan litium, sekaligus mempererat kerja sama dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, inisiatif tersebut berpotensi mempercepat pengembangan industri baterai dalam negeri sekaligus memperluas pemanfaatan litium secara domestik melalui peningkatan nilai tambah energi terbarukan.

"Litium secara alami terkandung dalam air panas bumi yang sudah menjadi bagian dari operasi panas bumi yang ada, sehingga kami dapat menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan," ujar Yunis, melansir Antara, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menambahkan, dukungan USTDA diharapkan dapat mempercepat akses terhadap inovasi dan keahlian dari AS, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan calon pembeli asal Amerika. Kerja sama tersebut juga diyakini mampu menarik investasi lanjutan serta memperkuat pengembangan proyek agar lebih skalabel dalam jangka panjang.

Yunis menilai kemitraan tersebut mencerminkan sinergi yang saling menguntungkan, memperkokoh ketahanan rantai pasok, serta mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Bertolak ke Jakarta, Rayakan Lebaran Bersama Keluarga
• 21 menit lalubisnis.com
thumb
Kemenag Sebut Ketinggian Hilal Syawal di Indonesia Belum Memenuhi Kriteria MABIMS
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Puncak Trafik Arus Mudik Tol Kayu Agung- Palembang Lebih Awal, Capai 18.500 pada Selasa
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
JELAJAH LEBARAN 2026: KAI Daop 1 Catatkan Puncak Arus Mudik Capai 53.000 Penumpang
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Foto: Pemudik Motor Masih Padati Pelabuhan Ciwandan
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.