Kemenhaj Kawal Ketat Kepulangan 2.190 Jemaah Umrah di Tengah Gejolak Timur Tengah

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JEDDAH, DISWAY.ID-- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI serta Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah terus memperketat pengawalan kepulangan jemaah umrah.

Langkah ini diambil guna memastikan ribuan jemaah asal tanah air tetap terlindungi di tengah situasi dinamis yang menyelimuti wilayah Timur Tengah saat ini.

Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, melaporkan bahwa dalam dua hari terakhir (17–18 Maret 2026), gelombang pemulangan terus dipacu melalui dua pintu utama yaitu Bandara King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

BACA JUGA:Alhamdulillah! 24 Ribu Jemaah Umrah RI Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Kawal Ketat

Tercatat, sebanyak 2.190 jemaah telah diterbangkan kembali ke tanah air menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Rinciannya, 985 jemaah mendarat pada 17 Maret, disusul 1.205 jemaah pada 18 Maret 2026.

Meski ribuan orang telah kembali, tantangan di lapangan tetap membayangi. Sejumlah maskapai dilaporkan melakukan pembatalan penerbangan secara mendadak, yang memicu ketidakpastian tiket pulang serta membengkaknya biaya hotel dan konsumsi bagi sebagian jemaah.

Menanggapi hal ini, Ilham menegaskan bahwa negara tidak akan tinggal diam. Pihaknya terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam untuk mencari solusi percepatan kepulangan bagi mereka yang terdampak.

"Negara hadir untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan hak dan perlindungannya. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengupayakan solusi terbaik agar mereka bisa kembali dengan aman dan lancar," tegas Ilham.

BACA JUGA:MRT Jakarta 'Lembur' Sampai Jam 1 Malam, Nikmati Tarif Spesial Rp1 di Lebaran

Berdasarkan data kumulatif yang dihimpun Kemenhaj, sejak periode 28 Februari hingga 18 Maret 2026, total jemaah umrah Indonesia yang telah berhasil dipulangkan mencapai 30.360 orang.

Angka ini menunjukkan progres yang signifikan di tengah berbagai kendala logistik global.

Pemerintah mengeluarkan imbauan tegas kepada para jemaah agar tetap tenang dan tidak terputus komunikasi dengan petugas lapangan.

Selain itu, "sentilan" keras juga diberikan kepada Pihak Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU).

Catatan pentingnya, Pemerintah mengingatkan PPIU untuk tetap bertanggung jawab penuh atas akomodasi dan tiket kepulangan jemaah sesuai kontrak kesepakatan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puncak Arus Mudik, 124 Ribu Penumpang dan 19 Ribu Kendaraan Menyeberang dari Pelabuhan Merak
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Kebakaran di Utan Jati Jakbar, Api Merambat hingga Perpustakaan SMA 84
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Sementara Selama Nyepi, Operasional Kembali Dibuka 20 Maret 2026
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Saat Desa Berbagi THR: Pelajaran dari Desa Wunut, Berjo, dan Sriwulan
• 32 menit lalukumparan.com
thumb
Puncak Arus Mudik 2026, Penerapan One Way Berdasarkan Kondisi Lalu Lintas
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.