TTS, iNews.id - Tragedi memilukan terjadi di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (18/3/2026) petang. Bangunan lama milik SD Inpres Oepula yang sudah tidak digunakan tiba-tiba roboh dan menelan korban.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pukul 17.30 WITA. Satu anak tewas di lokasi, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Dia menjelaskan, informasi dari saksi mata bernama Agustinus Talan bahwa peristiwa bermula saat belasan anak sedang bermain sepak bola di halaman sekolah. Karena hujan gerimis, mereka berteduh di bawah teras bangunan tua yang dibangun sejak 1991 dan tidak digunakan lagi sejak 2023.
Tak lama kemudian terdengar suara dentuman keras. Bangunan langsung ambruk menimpa anak-anak yang berteduh. "Saksi mendengar suara keras dan melihat bangunan sudah rubuh. Ternyata di dalamnya ada anak-anak yang sedang berteduh sambil bermain bola," ujar AKBP Hendra dikutip dari iNews TTU, Kamis (19/3/2026).
Korban tewas atas insiden tersebut, yakni Noldi Kause (9), Pelajar kelas 1 SD tertimpa tiang penyangga bagian depan di kepala.
Sementara korban luka, yaitu Juliana Nenohai (13), Pelajar SMP. Dia mendapatkan empat jahitan di kepala dan delapan jahitan di lutut kanan. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe.
Kemudian, korban luka lainnya, yaitu Mikael Jekson Nenoliu (9). Luka pada bagian betis dan punggung.
Setelah menerima laporan pukul 18.43 WITA, Kapolres TTS langsung memimpin personel menuju lokasi. Tim identifikasi dan satuan fungsi lain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta evakuasi korban.
Saat ini lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab Robohnya bangunan sekolah tua tersebut.
Original Article




