JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap dugaan baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Jumlah pelaku disebut tidak hanya empat orang, tetapi bisa lebih.
Staf Advokasi YLBHI sekaligus anggota TAUD, Afif Abdul Qoyum, mengatakan, temuan ini berdasarkan investigasi mandiri yang dilakukan bersama KontraS.
"Berangkat dari hasil investigasi yang kami temukan, ternyata bukan empat orang pelaku baik yang melakukan pengintaian maupun yang melakukan eksekusi," ujar Afif di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
Menurut Afif, dari rekaman CCTV terlihat dua orang berperan sebagai eksekutor penyiraman air keras di Jalan Salemba I, dekat Jembatan Talang, Senen.
Satu pelaku menyiram air keras, sementara satu lainnya mengendarai sepeda motor. Aksi itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.37 WIB.
Setelah kejadian, motor yang digunakan pelaku terlihat oleng saat melarikan diri.
"Pelaku itu tampak miring ke kiri dan itu seperti menjatuhkan cangkir. Oleng. Itu analisa kita terhadap OTK 1 dan OTK 2 pasca penyiraman air keras, motornya oleng dan juga melempar cangkir," jelas Afif.
Baca juga: Polisi Umumkan Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Diduga Beda dengan Versi TNI
Ciri-ciriAfif lantas menjelaskan ciri-ciri fisik kedua OTK eksekutor penyiram air keras ke Andrie Yunus.
OTK 1 atau penyiram air keras adalah pria yang mengenakan kaus lengan pendek sesiku berwarna biru dongker. Pria itu juga mengenakan kaus biru lengan panjang yang dililitkan menutupi kepala, sebagian muka dan leher.
"Selanjutnya (OTK 1) mengenakan topi berwarna hitam dan juga mengenakan celana jeans biru denim," tutur Afif.
Selain itu, OTK 1 terlihat mengenakan sarung tangan yang diduga berbahan lateks berwarna hitam dan membonceng motor matik berwarna hitam dengan nomor polisi yang belum diketahui.
Kemudian, OTK 2 merupakan pengendara motor yang memboncengkan OTK 1. OTK 2 adalah pria yang terlihat memakai dua lapis kaus.
Kaus pertama yang dipakai berlengan pendek dengan corak khusus berbahan mengilap berwarna putih dan biru.
Kaus putih-biru itu tampak dipakai sebagai baju luar. Di bawah kaus putih-biru, OTK 2 mengenakan kaus berwarna oranye.
"Ciri selanjutnya (OTK 2) adalah mengenakan helm berwarna hitam dan mengenakan celana jin biru denim dan terakhir mengendarai motor yang diduga merek Honda Beat atau Vario bercat hitam dan putih dengan nomor polisi yang belum diketahui," papar Afif.
Baca juga: Pentingnya TGPF Independen Usut Kasus Andrie Yunus
3 orang lainAfif menyebut, sebelum aksi penyiraman terjadi, para pelaku diduga sudah melakukan pengintaian di sekitar Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sejak malam hari.
"Berdasarkan CCTV yang kami sudah serahkan juga ke pihak kepolisian, (pengintaian) itu dimulai pada saat jam 20.49 WIB," tutur Afif.





