Breaking: Harga Minyak Kini Tembus US$ 111 Usai Qatar Dibombardir

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak terus menguat karena Timur Tengah tetap bergejolak dengan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut yang memicu kekhawatiran akan kekurangan pasokan.

Qatar mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan rudal Iran telah merusak fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) utama.


Baca: Iran Ngamuk Balas Kematian Bos Intelijen, Minyak-Gas Arab Dibombardir

Tindakan tersebut menyusul peringatan Teheran tentang serangan terhadap fasilitas energi di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) setelah Israel membom fasilitas pengolahan gas alam di Iran.

Dalam kontrak berjangka Mei Kamis (19/3/2026) pagi, harga Brent naik 4% menjadi US$111,80 sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk April naik lebih dari 3% menjadi US$99,47.

Baca: 12 Update Perang Iran: NATO-Selat Hormuz, Rudal Balistik Serang Saudi

"Serangan rudal Iran menimbulkan kerusakan luas pada Kota Industri Ras Laffan, fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia," kata Qatar dimuat CNBC International.

"Tim darurat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran di Ras Laffan," ujar QatarEnergy dalam sebuah unggahan media sosial, menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Kementerian Dalam Negeri Qatar juga memberikan pernyataan. Ditegaskan bahwa kebakaran telah berhasil dikendalikan.

Qatar mengutuk serangan itu sebagai "eskalasi berbahaya" dan "pelanggaran kedaulatan yang mencolok" seraya memperingatkan bahwa hal itu mengancam keamanan nasional dan stabilitas regional. Ditambahkan bahwa Qatar berhak untuk menanggapi berdasarkan hukum internasional.

Qatar telah menangguhkan produksi LNG pada 2 Maret setelah serangan drone Iran di Ras Laffan dan Kota Industri Mesaieed. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga siaga setelah Israel menyerang fasilitas pengolahan gas alam Iran.

Baca: Perang Making Ngeri, Wall Street Kebakaran-Minyak Tembus US$110/Barel

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Produksi Minyak Teluk Turun, Qatar Ramal Harga Capai USD 150

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korea Selatan siap ekspor 16 jet tempur KF-21 ke Indonesia
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Berita Foto: Pemudik Motor Padati Jalur Kalimalang Bekasi H-2 Lebaran
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Iran Konfirmasi Kematian Menteri Intelijen Esmaeil Khatib
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
‎Di Balik Kemenangan 7-2, Hansi Flick Ungkap Fakta Tak Terduga dalam Duel Barcelona vs Newcastle United
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Penyintas Bencana Aceh Timur Sambut Lebaran dengan Belanja Pakaian Baru
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.