Jusuf Kalla Soroti Ketidakjelasan Payung Hukum Pasukan Perdamaian RI ke Gaza di Bawah BoP

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza. Pengiriman tersebut rencananya berada di bawah naungan Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump.

Jusuf Kalla menekankan bahwa pengiriman pasukan perdamaian harus memiliki payung hukum yang jelas. Selama ini misi perdamaian Indonesia selalu berada di bawah ketetapan PBB.

"Kalau kirim pasukan perdamaian selalu ada payungnya, aturannya," ujar Jusuf Kalla di Jakarta pada Rabu (18/3/2026).

Ia mempertanyakan apakah misi di bawah BoP bisa memiliki aturan yang sama dengan PBB.

Pengiriman pasukan ke area konflik memiliki konsekuensi hukum dan keamanan yang sangat besar. Jusuf Kalla menilai misi tersebut akan jauh lebih baik jika tetap berada di bawah bendera PBB.

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling sering mengirimkan pasukan perdamaian dunia. Seluruh misi tersebut dilakukan atas nama PBB dengan ciri khas baret biru.

Biaya pengiriman pasukan dalam jumlah besar selama ini ditanggung sepenuhnya oleh anggaran PBB. Jusuf Kalla mengkhawatirkan beban biaya jika misi dilakukan di luar koordinasi organisasi dunia tersebut.

"Bukan seperti ini, ini tidak jelas urusannya. Dan juga biayanya itu besar," tegas Jusuf Kalla mengenai rencana misi BoP. Ia mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap risiko keamanan prajurit.

Pemerintah Indonesia sebelumnya merencanakan pengiriman 8.000 personel TNI untuk misi di Gaza. Namun, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan bahwa rencana pengiriman tersebut saat ini ditunda.

Baca Juga: Indonesia Perlu Menarik Diri dari Board of Peace (BoP), Akademisi Unhas Jabarkan Alasannya

Badan Komunikasi Pemerintah mengonfirmasi penundaan misi pasukan BoP pada Senin (16/3/2026). Keputusan ini diambil untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait situasi di Palestina.

Kritik dari tokoh bangsa seperti Jusuf Kalla menjadi catatan penting bagi diplomasi militer Indonesia. Kejelasan mandat internasional menjadi syarat mutlak sebelum prajurit diterjunkan ke zona merah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tinjau Stasiun Tugu DIY, Kapolri Pastikan Puncak Arus Mudik Berjalan Aman
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Update Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (19/3/2026) di Gerai Resmi, Buyback Turun -Rp83.000
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Terungkap! Hurbianus Mirip Anggota KKB yang Tewas Ditembak Anak Buah Aibon Kogoya
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemenekraf Perkuat Transaksi UMKM Jelang Idul Fitri Lewat Promosi dan Akses Pasar
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Senegal Tuduh Ada Korupsi di CAF usai Dicoret dari Juara Piala Afrika 2025, Maroko Diangkat sebagai Pemenang
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.