Detik-detik Mencekam, Aparat Polisi Manggarai Berlutut Lerai Kelompok Bersenjata yang Siap Bentrok

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Seorang polisi viral di media sosial setelah berlutut di hadapan dua kelompok warga yang nyaris bentrok akibat sengketa tanah ulayat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bentrokan terjadi antara dua kelompok warga yaitu Gendang Bung Kaca dan Gendang Bung Leko ini terjadi pada Senin (16/3/2026).

Seorang polisi, Bhabinkamtibmas Desa Bulan, Aipda Arkadius Modestus Arno berlutut dengan tangan memohon di antara kedua kelompok tersebut.

Hal ini dengan maksud meredakan emosi, menggugah hati, dan mengajak seluruh pihak untuk kembali berdamai.

“Situasi saat itu sudah semakin panas, kelompok yang satu dengan yang lain tidak mau sepakat untuk diselesaikan secara damai,” ungkap Aipda Arkadius Modestus Arno, dilansir dari ANTARA.

Dalam video yang beredar, terlihat kedua kelompok dalam posisi siaga tempur, lengkap dengan beragam senjata tradisional. Mulai dari parang, tongkat panjang seperti tombak, hingga batu. 

Anggota polisi berlutut untuk memisahkan dua kelompok yang nyaris bentrok
Sumber :
  • Instagram @polresntt_presisi

Massa yang mengenakan atribut ikat kepala khas daerah tersebut tampak siap berkonfrontasi di satu titik temu.

Akibat bentrokan ini, jalan lintas wilayah yang biasanya ramai mendadak mencekam dan berubah menjadi medan konflik.

Ditengah situasi yang semakin memanas, personel Polres Manggarai segara turun tangan untuk memisahkan kedua kelompok dan mencegah terjadinya bentrok.

Terjadi momen sangat menyentuh ketika seorang polisi, Bhabinkamtibmas Desa Bulan, Aipda Arkadius Modestus Arno berlutut dengan tangan memohon untuk meredam massa.

Sementara anggota polisi lainnya berusaha memberikan imbauan kepada warga agar tidak terpancing emosi.

Arno melakukannya karena kedua kelompok tersebut merupakan warga binaannya di tempat daerahnya bertugas.

“Bagi saya mereka itu adalah saudara-saudara saya, sering kalau bertugas, mereka sering ajak makan di rumah mereka, cerita-cerita dan kumpul-kumpul bersama,” ujarnya.

Saat melihat konflik tersebut, dirinya merasa sangat kecewa dan sedih, sehingga Arno pun seketika memohon agar pertikaian dapat mereda.

Tindakannya itu membuat konflik antar warga di daerah itu berhenti. Namun, menurut Arno konflik tersebut bukan terhenti karena dirinya melainkan karena adanya anggota polisi yang turut membantu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Siagakan Ribuan SPKLU dan 5.000 Petugas di Kawasan Strategis Mudik 2026, Pakai EV Makin Nyaman
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Gandeng Angkutan Online untuk Perluas Layanan Darurat 110 di Bandara Soetta
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Bumbu Masak Malaysia Mahsuri Tebar Berkah, 2000 Takjil Gratis Dibagikan di Tangerang
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Apakah Setelah Salat Idulfitri Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Tol Cipali Padat Pagi Ini, 41 Ribu Kendaraan Melintas, Antrean Mengular Belasan Kilometer
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.