Padang (ANTARA) - Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung api yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat itu mengalami erupsi sekitar 22 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 02.29 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3,5 milimeter serta berdurasi sekitar 22 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi Asep Antoni di Padang, Kamis.
Dalam laporannya Asep menyebut tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak teramati karena tertutup awan. Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Baca juga: Marapi: Antara ancaman dan anugerah
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi. Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).
Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.
"Harap tingkatkan kewaspadaan terutama bagi warga yang bermukim di dekat bantaran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi," imbau PVMBG.
Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.
Baca juga: Badan Geologi: Aktivitas Gunung Marapi tunjukkan pola fluktuatif
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 02.29 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3,5 milimeter serta berdurasi sekitar 22 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi Asep Antoni di Padang, Kamis.
Dalam laporannya Asep menyebut tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut tidak teramati karena tertutup awan. Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.
Baca juga: Marapi: Antara ancaman dan anugerah
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi. Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek).
Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.
"Harap tingkatkan kewaspadaan terutama bagi warga yang bermukim di dekat bantaran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi," imbau PVMBG.
Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.
Baca juga: Badan Geologi: Aktivitas Gunung Marapi tunjukkan pola fluktuatif





