REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) Rabu (18/3/2026), meminta Israel untuk tidak lagi menyerang fasilitas energi Iran setelah pusat kilang gas terbesar Iran di selatan Pars dibom oleh serangan udara Zionis. Laporan WSJ juga menyebut bahwa Trump awalnya memberi lampu hijau kepada Israel melancarkan serangan ke Pars.
Kini, Trump meminta Israel untuk tak lagi menargetkan fasilitas energi Iran. Permintaan Trump itu diketahui setelah Iran melancarkan serangan balasan menergetkan kilang-kilang negara Teluk seperti di Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain.
- BREAKING NEWS: Pertama Kalinya Israel Serang Pars, Fasilitas Gas Terbesar di Dunia
- Ladang Gas Pars Diserang Israel, Iran Ancam Hanguskan Fasilitas Energi Teluk
- RESMI: Arab Saudi Umumkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026
Menurut sumber WSJ, alasan Trump menyetujui serangan Israel terhadap ladang gas Pars, adalah sebagai pesan untuk Teheran atas tindakan menutup Selat Hormuz. Washington menurut sumber itu, saat ini menunggu respons Iran apakah akan mengambil keputusan strategis terhadap Selat Hormuz.




